Penagihan Standard Chartered Bank yang Seperti Preman

Suara Pembaca

Penagihan Standard Chartered Bank yang Seperti Preman

- detikNews
Senin, 31 Mei 2010 11:50 WIB
Penagihan Standard Chartered Bank yang Seperti Preman
Keluhan
Saya mau komplain atas perlakuan bagian penagihan Standard Chartered Bank yang saya pikir sudah keterlaluan dan memancing emosi. Saya akui memang saya punya tunggakan KTA (kredit tanpa agunan).

Saya bukan berniat untuk tidak membayar. Saya bertanya untuk mengetahui sisa tagihan saya yang akan saya tanyakan ke istri saya (saya tidak terlalu paham jika berhubunga dengan bank). Saya tanyakan hal ini ke Sdri Fitri (bagian penagihan yang menelepon saya) dan mengatakan bahwa seingat saya pernah melunasi sekitar 8 jutaan langsung dengan sisa kurang lebih 5 juta.

Nah, hal inilah yang jadi pertanyaan saya yang langsung dijawab oleh Sdri Fitri dengan kalimat dan nada yang seolah-olah say memarahi dia. Saya berulang kali mengatakan ke dia bahwa saya cuma bertanya yang tetap dijawab dengan bahwa saya selaku peminjam sudah tidak mau bayar tapi mala marah-marah ke dia. Berkali-kali saya bilang bahwa saya cuma bertanya yang tetap dijawab begitu oleh dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpancing emosi saya jadinya. Pada saat sudah terpancing emosi saya itulah tiba-tiba telepon diambil alih oleh Sdr Johan (Bagian Debt Collector) yang mengatakan kalimat sangat tidak sopan, tiba-tiba, ke saya dengan gaya preman dan ingin mendatangi alamat tagihan.

Aneh. Sekelas Standard Chartered Bank mempekerjakan orang-orang yang tidak punya attitude. Hal ini membuat saya berpikir ke depan nanti apakah tetap berhubungan dengan Standard Chartered. Saya berharap untuk Sdri Fitri yang pernah memancing-mancing emosi orang lain untuk memperbaiki attitude-nya.

Terima kasih atas perhatiannya.

Lasta Yani
Komp UIN Jl Ibnu Taimia IV/141
Ciputat Jakarta Selatan
kodepos@yahoo.com.sg
08551002684





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads