Lion Air yang Aneh Menjual Tiket Pesawat yang Sudah Penuh

Suara Pembaca

Lion Air yang Aneh Menjual Tiket Pesawat yang Sudah Penuh

- detikNews
Sabtu, 29 Mei 2010 15:09 WIB
Lion Air yang Aneh Menjual Tiket Pesawat yang Sudah Penuh
Keluhan
Saya menulis di sini menyampaikan keluhan keponakan saya atas sikap Lion Air yang menurut saya sangat 'aneh'. Kejadiannya bermula ketika keponakan saya akan berangkat ke Balikpapan menggunakan Lion Air dengan jadwal departure sekitar pkl 14.00.

Dia berangkat dari rumah saya di Lebak Bulus pkl 12.00 agar tidak ketinggalan pesawat. Dan, alhamdulilah sampai di Bandara Cengkareng tepat waktu. Sekitar pkl  13.30. Langsung saja keponakan saya menyerahkan tiketnya untuk check in.

Namun, petugas Lion Air menyatakan bahwa pesawat sudah penuh. Dan, Lion Air tidak bisa memberangkatkan keponakan saya. Jadi keponakan saya tidak bisa berangkat ke Balikpapan saat itu dan tidak ada kompensasi sama sekali untuk itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungguh aneh menurut saya. Kenapa Lion Air masih menjual tiket kalau memang pesawat sudah penuh? Keponakan saya terlambat sehari ke Balikpapan.

Tiket Lion milik keponakan saya dibiayai oleh kantor. Namun, atas kejadian ini keponakan saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli tiket yang baru. Akhirnya dia memilih maskapai lain karena kejadian ini.

Mohon bisa diperhatikan masalah ini karena sangat merugikan konsumen dan juga perusahaan. Karena, status keponakan saya adalah seorang pegawai tambang di Kalimantan. Terima kasih. 
 
Anton Subowo
Lebak Bulus Jakarta Selatan
atsubowo@gmail.com
08179810556





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini