Keluhan
Beberapa bulan yang lalu saya menjadi referensi seorang kerabat saya untuk pembuatan Credit Card (CC) Bank Mega. Bulan-bulan pertama tidak ada masalah karena kerabat saya tidak melakukan tunggakan dan pemakaian CC pun normal. Tidak over limit. Namun, dua bulan yang lalu beliau terkena PHK dari kantornya hingga pembayaran CC menjadi tertunda kemudian over limit.Yang menjadi masalah bagi saya adalah Card Center Bank Mega kemudian berkali-kali menelepon saya menanyakan perihal pembayaran CC kerabat saya. Saya jelaskan dari awal, meski saya ada hubungan baik, tetapi bukan berarti penagihan dilakukan kepada saya.
Dengan alasan telepon dari Bank Mega tak diangkat kerabat, bukan berarti mereka dapat 'meneror' saya melalui telepon dengan kata-kata yang sangat tidak sopan. Beberapa kalimat yang saya dapatkan ketika mendapat telepon: 'bilang Bapak X (kerabat saya) untuk bayar dong, nunggak aja!' 'Loh, kan kamu kerabatnya, bilangin dong!' 'Kalo telepon diangkat dong, jangan kayak maling, kabur-kaburan terus!' 'Jangan suka bohong, bilangnya mau bayar tapi bohong terus!' 'Mau didatengin debt collector? Gak malu? Liat aja nanti kita kirim orang ke sana!'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
collector, sementara saya bukan nasabahnya? Mengesalkan sekali.
Dan, setiap telepon, selalu diputus terlebih dahulu oleh si Card Center itu. Tanpa
sekali pun pernah mengucapkan terima kasih. Bahkan, saya sedang bicara diputus dengan kalimat 'udah deh, bayar?' lalu dibanting.
Dari suaranya saya mengenali Card Center ini adalah satu orang. Tapi, kadang dia
mengaku bernama Desi atau Tari. Berkantor di lantai 6 unit Card Center Bank Mega. Kakak saya yang orang perbankan kemudian kerap mengambil alih pembicaraan karena si Desi/ Tari ini 'selalu' bicara dengan nada tinggi dan lagaknya seperti preman.
Kakak saya bicara baik-baik agar sebagai Customer Service/ Card Center tidak kasar pada nasabah. Apalagi saya sendiri bukan nasabahnya/ penunggak langsung. Hanya referensi. Tapi, apa jawaban nona Desi/ Tari tadi? 'udah, pokoknya bayar itu CC?' lalu telepon diputus atau dibanting seperti biasa.
Perlu diketahui kerabat saya juga sudah melapor dan mendatangi Bank Mega Pusat untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, tentu karena butuh prosedur tidak satu hari selesai. Saya pun sudah memberi nomor HP kerabat yang bisa dihubungi oleh Card Center tersebut, dan hasilnya? Saya tetap ditelepon dan ditagih tunggakan CC tersebut.
Apakah sistem perbankan di Bank Mega tidak online? Apakah birokrasi di sana masih
tradisional. Di mana perlu surat menyurat atau per telepon bahkan untuk kebutuhan internal seperti pengecekan laporan dari nasabah kantor pusat dan sebagainya?
Bukankah unit yang menelepon saya berada pada lokasi yang sama di mana kerabat saya melapor? Bagaimana kualitas IT dan workflow di sana? Sepertinya masing-maing unit tidak terintegrasi dengan baik.
Apakah Bank Mega mempekerjakan orang yang tidak terdidik? Tidak pula menyediakan training untuk service excellence? Atau setidaknya mengajarkan bagaimana berbahasa santun pada nasabah, bahkan hanya kepada 'referensi nasabah CC-nya.
Saya nasabah bank lain, dan juga menjadi referensi untuk CC bank lain pula, tidak
pernah sekali pun saya diperlakukan seperti itu. Service Bank Mega sangat buruk. Semoga ke depannya Bank Mega berbenah diri. Terima kasih.
Ratri
Ciputat Tangerang
rutariu@yahoo.com
0217417967
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































