Keluhan
Saya seorang nasabah Fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari Standard Chartered Bank dengan nomor 30607027751 senilai Rp 18,000,000. Belakangan ini saya memang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak tepat dalam melakukan pembayaran cicilan KTA tersebut. Oleh karena itu sering saya mendapatkan telepon dari Debt Collector baik ke kantor maupun rumah. Di bulan April kemarin seorang teman mengeluh karena dia ditelepon oleh seseorang yang meminta saya segera membayar cicilan KTA tersebut.
Teman saya tidak hanya ditelepon via ponsel pribadinya tetapi juga suaminya. Bahkan, telepon rumah. Hal ini mengindikasikan adanya kebocoran data nasabah dari pihak bank kepada pihak Debt Collector (out source). Padahal, dalam aplikasi selalu disebutkan data nasabah adalah rahasia bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi pada telepon yang terakhir Sdr Yose mengatakan bahwa dia tahu di mana anak saya bersekolah TK, dan akan menjemput anak saya untuk kemudian dikalungi dengan tulisan: Bapak Saya Tidak Sanggup Bayar Hutang.
Hal ini cukup mengejutkan mengingat sudah mengarah kepada tindakan kriminal (penculikan). Ketika saya berada di luar kota saya sempat melakukan pembayaran sebesar Rp 1 juta kepada pihak Standar Chartered Bank dan mengkonfirmasi via SMS ke nomor yang biasa menelepon saya. Sejak itu telepon kantor, rumah, dan teman, serta ipar saya tidak lagi ditelepon oleh Sdr Yose atau Andra.
Sebelum saya menulis surat pembaca ini saya sudah berusaha untuk melaporkan perihal ancaman penculikan anak saya via email ke id.contactcentre@sc.com tanggal 28 April 2010. Tetapi, sampai tanggal 01 Mei tidak ada tanggapan apa pun. Sehingga, tanggal 01 Mei saya masih menanyakan kepada Customer Service tadi, dan mengatakan bahwa saya akan menulis surat pembaca.
Menurut saya cara-cara penagihan tersebut tidak wajar mengingat menggunakan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah hutang saya kepada pihak Standard Chartered, dan menyinggung privasi orang lain. Terlebih mengumbar ancaman yang ditujukan kepada anak balita. Mohon kejelasan dari pihak Standar Chartered Bank mengenai hal ini.
Berikut nomor-nomor yang sering digunakan untuk penagihan dan ancaman :
021-83709304,
021-83798792,
021-83709294,
021-83709295,
021-83701783,
021-83701784,
Jika memang pihak Standard Chartered Bank tidak merasa menggunakan jasa mereka, mengapa mereka melakukan kegiatan penagihan terhadap cicilan KTA Standard Chartered Bank? Jika memang tidak, bolehkah saya mendapatkan semacam surat bahwa pihak Standard Chartered Bank Indonesia tidak menggunakan jasa mereka?
Jika memang menggunakan jasa out source mengapa mereka dengan leluasa menggunakan data nasabah lain (teman sekantor) untuk konfirmasi pembayaran saya?
Dan, terakhir. Apakah diperbolehkan untuk mengancam untuk menjemput paksa (menculik) anak Balita di TK-nya? Terus terang karena sudah mengarah kepada ancaman penculikan nomor-nomor di atas sudah saya laporkan ke pihak berwajib untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terima kasih.
Dedy Tri Riyadi
Cilandak Jakarta
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































