Standard Chartered Tidak Pernah Mengajar Karyawannya Sopan Santun

Suara Pembaca

Standard Chartered Tidak Pernah Mengajar Karyawannya Sopan Santun

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2010 13:55 WIB
Standard Chartered Tidak Pernah Mengajar Karyawannya Sopan Santun
Keluhan
Saya kecewa dengan Standard Chartered Bank yang telah menelepon dengan nada ancaman yang disertai dengan kata-kata kasar. Semua yang ada di kebun binatang keluar semua dari mulutnya untuk menagih hutang mantan karyawan saya.

Saya sudah jelaskan bahwa karyawan atas nama Ms XXX telah resign beberapa waktu lalu. Ternyata si penelepon tersebut masih tetap menelepon ke kantor saya sambil dan bilang kalau kantor saya bertanggung jawab atas slip gajinya.

Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menerbitkan slip gaji. Kalau pun pihak bank menelepon hanya untuk konfirmasi kebenaran data karyawan tersebut silakan. Saya tidak pernah memberikan jaminan untuk menyetujui aplikasi karyawan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya jelaskan lagi untuk si penelepon yang entah namanya selalu berubah. Dari Dila, Lia, Guntur, Wanda, atau apalah. Jika ingin menagih langsung dengan yang bersangkutan karena pihak kantor tidak bertanggung jawab. Perusahaan tidak pernah memberikan jaminan untuk karyawan tersebut.

Jika pihak bank bisa menyetujui aplikasinya yang harus diminta tanggung jawabnya adalah analis yang menyetujuinya. Bukan perusahaan kami.

Saya juga minta kepada pihak penelepon dan pihak bank untuk meminta maaf kepada perusahaan kami karena telah mencemarkan nama baik perusahaan kami. Rekaman telepon pihak collection Standard Chartered Bank yang memaki dan mengancam itu sudah saya rekam semua untuk dijadikan bukti. Karena, perusahaan kami merasa dihina dan tercoreng nama baiknya.

Lifia
Palembang
lifebni@yahoo.com
08788265761





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads