Keluhan
Akhir tahun lalu tanggal 10 Desember 2009, saya Nani Handoyo, membawa laptop Sony Vaio, VGN-CR353, milik Evi Dwipuspasari, ke tempat service resmi Sony di Mangga Dua Mall, Lt V B 82, Jakarta Pusat, dengan kerusakan adalah recovery dan secara lisan telah pula dijelaskan bahwa laptop tersebut sering mati tiba-tiba. Barang diterima dan di-service.Tanggal 16 Desember 2009 laptop tersebut selesai di-service dan diambil tanggal 23 Desember 2009. Ada pun catatan kerusakannya adalah system locks out / crashes / hang - software bug / problem - software correction, dengan membayar biaya service sebesar Rp 220,000. Laptop tersebut dibawa ke Palembang setelah selesai di-service karena pemilik laptop tersebut adalah mahasiswa di UI yang sedang liburan semester.
Namun, sampai di Palembang laptop tersebut tetap tidak dapat digunakan karena masih sering mati tanpa sebab. Kemudian awal Februari 2010, Evi Dwipuspasari, sang pemilik laptop, kembali meminta tolong untuk diserahkan kembali ke Service Sony di Mangga Dua untuk diperbaiki kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya pun menyetujuinya tentunya, setelah berkomunikasi dengan sang pemilik laptop Evi Dwipuspasari, demi cepat selesainya permasalahannya. Sementara laptop Sony Vaio di-service, Evi Dwipuspasari membeli laptop merk lain (karena trauma dengan Sony Vaio yang sering mati tiba-tiba) untuk kebutuhan kuliahnya.
Dua minggu setelah di-service pihak Sony Mangga Dua menghubungi saya untuk menginformasikan bahwa laptop tersebut harus diganti mainboard-nya dan IFX board dengan nilai perbaikan sudah termasuk Labor dan PPN sebesar Rp 4,399,000 dan ada catatan bahwa "setiap part bekas Vaio garansi maupun tidak, akan dikembalikan ke pabrik dan perbaikan akan dilanjutkan jika konsumen sudah menyetujui hal ini".
Kami membatalkan penggantian part tersebut karena biayanya sangat mahal. Saya mengambil laptop tersebut tanggal 17 April 2010. Masalahnya adalah:
1. Setelah me-recovery Sony Vaio VGN-CR353 tersebut, apakah tidak ada pengecekan lebih lanjut apakah betul-betul laptop tersebut sudah aman dan nyaman untuk digunakan kembali. Mengingat pengaduan awal adalah meminta recovery dan secara lisan sudah disampaikan bahwa laptop tersebut sering mati tiba-tiba. Kenapa setelah di-service kondisinya tetap saja masih sering mati tiba-tiba.Β
2. Ketika laptop belum dipakai untuk kegiatan kuliah, dan dibawa kembali ke Sony Mangga Dua lalu diteruskan ke Sony Kuningan, berakhir dengan harus mengganti mainboard-nya dan IFX board-nya. Apakah sejak pertama kali di-service masalahnya sudah selesai? Atau kalau belum selesai kenapa sudah dinyatakan layak dan dikembalikan ke saya? Mestinya dicek secara keseluruhan sehingga tidak terjadi bolak-balik service ke pihak Sony di mana akan sangat menyita waktu.
3. Di tempat service Sony Mangga Dua, ternyata ada juga pengguna Vaio yang mengeluhkan laptop jenis Vaio sering kali mesti di-service. Bahkan, terucap jika pertama kali service dibawa ke Mal Ambasador biasanya hasilnya lebih baik.
4. Melihat cara kerja Service Resmi Sony Mangga Dua saya sangat kecewa. Apakah mungkin tempat Service Resmi Sony yang punya nama besar tapi ruangannya kecil, pelayanannya tanpa nomor antrian, petugas penerima service merangkap penerima telepon, teknisi pun merangkap sebagai Customer Service. Berbeda dengan merk-merk lain yang Service Center-nya tertata dengan rapi dan baik.
Ke depannya saya dan Evi, sudah memutuskan untuk tidak menggunakan lagi laptop keluaran Sony. Karena, merasa "repot" ketika terjadi masalah. Hanya bisa berharap semoga tidak ada lagi kejadian yang menimpa orang lain dengan masalah yang sama.
Nani Handoyo
Jl Tapos No 32 RT 02 RW 03
Cimpaeun Cimanggis Depok
nanihandoyo@yahoo.com
02132500855
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































