Keluhan
Saya adalah pemegang kartu kredit Bank Mega yang sudah melunasi tagihan dan sedang proses penutupan kartu. Saya akui saya memang telah telat membayar tagihan kartu dikarenakan banyaknya biaya yang harus saya alokasikan. Untuk pengobatan anak saya yang sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Saya berniat untuk melunasi tagihan saya setelah saya dapat penggantian dari kantor. Tapi, yang saya dapatkan adalah telepon dengan nomor Flexi 70994831 dari Bagian Collection pada tanggal 20 April 2010 yang menyuruh saya untuk membayarkan jumlah tagihan minimumnya saja sebesar Rp 2,330,000. Pada hari itu saya juga agak kaget karena yang menelepon saya ini seorang perempuan tapi bicaranya kasar.
Saya coba bargain apakah saya bisa mendapatkan keringanan pembayaran atau discount. Dia menyatakan tidak tahu-menahu. Saya disuruh menelepon bagian Customer Service (CS) yang susah sekali untuk dihubungi. Seharian saya coba telepon bagian CS sampai akhirnya saya berhasil tapi saya kecewa karena CS kembali melempar saya ke Bagian Collection.
Kali ini saya berbicara dengan Bapak Adam dari Bagian Collection. Dia memberikan hitungan total seluruh tagihan setelah dipotong discount menjadi Rp 9,900,000. Saya pastikan ke dia apakah benar karena saya heran kok angkanya bisa bulat. Dia bilang, "iya". Oke. Saya janji dengan Bapak Adam untuk bayar besok pagi.
Tidak lama setelah itu saya ditelepon lagi oleh Bagian Collection yang saya sebut di atas (perempuan yang bicaranya kasar). Dia langsung memaki-maki saya. Katanya dia menunggu pembayaran saya yang tidak masuk-masuk. Saya bilang saya baru dapat perhitungan angkanya. Eh, dia malah menghina saya dengan bilang, "udah deh Ibu. Kalau tidak mampu bayar lunas jangan sok ngomong mau tutup kartu. Bayar aja dulu minimum paymentnya!"
Sontak saya emosi lalu saya tanya namanya. Dia tidak mau kasih tahu malah langsung membanting telepon. Berbeda sekali dengan marketing Bank Mega yang dulu begitu baik menelepon saya menawarkan kartu kredit.
Saya pernah tolak dulu. Namun, telepon lagi sampai akhirnya saya kasihan dan sekarang saya menyesal. Saya juga pegang kartu kredit dari bank lain tapi saya tidak pernah diperlakukan seperti ini.
Besok paginya tanggal 21 April 2010 jam 9 pagi saya sampat di Bank Mega Bintaro dan saya kaget karena masih mendapat SMS yang berbunyi: "Ibu jgn lupa janji anda. Tlg itikad baik n tanggung jawab anda. Tagihan bank MEGA dibayarkan sekarang min. pembayaran dulu. Gak usah bilang mau tutup kartu!" Apa-apan ini.
Sampai hari ini saya masih kaget dengan perlakuan Bank Mega terhadap saya. Apakah memang pegawai Bank Mega diajarkan untuk men-treat customernya seperti itu? Apakah ada SOP Bank Mega untuk menghina dan melecehkan customernya.
Saya sangat sakit hati dengan Bank Mega. Saya coba telepon orang itu berkali-kali dan tidak berhasil. Tapi, saya sudah dapat namanya dari kawannya. "Melly". Saya hanya minta supaya orang itu (Melly kalau memang benar namanya) meminta maaf kepada saya. Masa bank besar seperti Bank Meha meng-hire pegawai seperti tidak pernah diajarkan beretika. Atau memang tidak pernah bersekolah.
Satu hal lagi. Proses penutupan kartu kredit Bank Mega saya pun berbelit-belit. Saya pusing sekali. Oper sana oper sini. Dari Cabang Bintaro bilang tidak bisa melakukan penutupan kartu di sana. Harus ke cabang pembuka yaitu Kramat Raya. Tapi, bisa dibantu akan dikirimkan form penutupan kartu yang sudah saya isi dan tandatangani ke Kramat Raya oleh Cabang Bintaro.
Tapi, sampai siang saya belum mendapatkan konfirmasi dari mana pun. Malah saya dapat SMS lagi dari collection yang menyatakan kalau togal tagihan saya adalah Rp 9,908,869. Katanya salah hitung.
Saya berharap Bank Mega membantu saya segera untuk tutup kartu karena saya sudah sangat kecewa. Dan, tolong supaya dipastikan tidak ada lagi marketing apa pun dari Bank Mega yang menelepon saya. Terima kasih.
Anggraini A Putri
Komp Pertamina
Jl Methanol I M40/10
Pd Ranji Tangerang
Anggra33@yahoo.com
08161128303 / 7408662
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































