Modus Operandi Mobil Derek Kopader

Suara Pembaca

Modus Operandi Mobil Derek Kopader

- detikNews
Kamis, 04 Mar 2010 16:15 WIB
Modus Operandi Mobil Derek Kopader
Keluhan
Pada tanggal 3 Maret 2010 siang hari kira-kira jam 12 kendaraan kantor saya, sebuah mobil truk engkel yang dikemudikan oleh supir kantor, sehabis mengirim barang ke Cakung sedang melintas di ruas tol Jatiasih. Tiba-tiba dari samping kanan mendekat mobil derek dari KOPADER tanpa plat nomor polisi dengan awak tiga orang. Salah seorang dari awak nya menunjuk-nunjuk bagian belakang mobil sambil berteriak, "akinya korslet, awas terbakar".

Supir saya yang kebetulan sendirian awalnya tidak mempedulikan. Namun, mobil tersebut terus memepet hingga supir terpaksa menepi ke kiri hingga terus menepikan kendaraan ke bahu jalan. Setelah itu supir saya turun untuk mengecek bagian samping kiri kendaraan (letak aki). Saat yang bersamaan salah satu awak dari mobil derek tadi turun dan menghampiri sisi kanan mobil saya.

Supir saya merasa curiga dan segera lari ke bagian kanan dan melihat awak mobil derek memang ada di sana. Supir saya merasa ada yang tidak beres dan karena tidak mau cari masalah supir saya kembali ke dalam mobil dan tidak menghiraukannya. Namun, kira-kira seratus meter setelah jalan mobil tiba-tiba mogok. Rupanya si mobil derek tadi terus mengikuti dari belakang dan langsung mengambil posisi di depan mobil saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa bertanya dahulu awak mobil derek memaksa untuk menderek kendaraan. Bahkan, supir saya yang mencoba menghubungi kantor dicegah dan dihalang-halangi. Supir saya dipaksa tetap dalam kabin dan dipaksa bergeser ke tengah dan diapit di kanan dan kiri oleh awak mobil derek yaang perawaknnya seram-seram sambil terus menghalangi supir saya menghubungi kantor.

Mobil diderek paksa sampai ke kantor mereka di Cililitan dekat Gedung Asabri. Di sana barulah supir saya diizinkan untuk menghubungi saya. Kemudian saat saya tengah berbicara dengan supir via telepon genggam milik supir saya, telepon genggamnya
diambil alih oleh salah seorang pihak Kopader, dan saya langsung dicecar untuk membayar biaya derek. Saya sempat bertanya apakah ini derek liar atau resmi, yang bersangkutan malah menantang saya dan memaki-maki saya, katanya tidak tahu etika.

Saya dikenakan biaya sebesar Rp 950,000. Saya coba menegosiasi. Saya tanyakan mengapa biaya derek sampai segitu mahal. Dijawab karena mobil diderek dari Jatiasih
ke Cililitan dan biaya derek Kopader beda dengan derek Jasa Marga. Sistemnya bukan gaji namun setoran.

Saya katakan kalau begitu kenapa tidak diderek saja ke pintu tol terdekat seperti biasa dilakukan derek Jasa Marga. Mereka beralasan walau hanya ke 'exit' terdekat pun harus bayar dan si supir tidak punya uang. Saya tanya: pola permainan apakah
ini? Dijawab kalau tidak suka silahkan datang sendiri dan bertemu di kantor mereka. Bahkan, katanya aparat pun kalau diderek oleh mereka tetap harus membayar.

Kemudian saya terpaksa untuk membayar nilai yang diminta mereka karena supir saya diintimidasi. Saat saya utus anak buah dari kantor untuk menebus mobil, anak buah saya ini sempat diancam, katanya perkataan 'derek liar' dari saya itu menyinggung mereka. Kata mereka, "kalau saja saya yang datang ke sana sendiri saya mau dihabisi".

Di sana berkumpul belasan mobil derek yang rata-rata tidak ada plat nomor polisinya. Ada belasan mobil yang senasib dengan truk saya, diderek paksa dari jalan tol. Saya diberi Kwitansi pembayaran dengan Kop: KOPADER (Koperasi Pemilik Armada Derek) lengkap tertera Badan Hukum dan Izin Gubernur.

Saat mobil dicek oleh montir rupanya tidak ada yang rusak. Hanya selang solarnya terlihat seperti bekas dibuka lalu dipasang lagi. Jadi, mobil masuk angin dan mati mendadak (ada tumpahan solar yang masih basah di sekitar selang). Posisi selang solar di bagian bawah sebelah kanan mobil. Jadi supir saya hanya dijebak untuk berhenti dan kemudian dikerjai oleh mereka hingga mobil mogok. Ini modus mereka untuk dapat mangsa kendaraan mogok di tol.

Saya cek di Detik Forum rupanya korbannya lumayan banyak. Janji dari pengelola jalan tol, yang slogannya terpasang di spanduk gerbang tol: "Mari Tertibkan Derek Liar" dan sejenisnya baru slogan saja.

Jimmy Winatta
Gading Golf Boulevard Blok.DMD 3
Diamond Commercial 18-20 Summarecon Serpong 15810
geeme.glad@gmail.com
08129191990





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads