Keluhan
Saya adalah pelanggan Garuda cukup loyal. Alhamdulillah. Saya sudah punya kartu GFF. Namun, pada hari Selasa, 16 Februari 2010 saya mendapatkan pelayanan yang sungguh di luar dugaan saya. Cukup menjengkelkan juga. Bagaimana tidak? Dalam hitungan tidak sampai 2 menit apa yang disampaikan oleh Call Center Garuda ke saya berbeda. Awalnya, di tanggal 16 Februari siang saya booking tiket via Call Center untuk rute perjalanan saya dan Ustadz saya dari Jakarta - Jambi PP untuk tanggal keberangkatan hari Sabtu (20/2/2010) pukul 14.30 dan pulangnya hari Senin, (22/2/2010) pukul 08.50.
Dari Call Center memberikan info harga untuk kami berdua PP sebesar 2.142.400. Karena saya akan membayar via internet banking maka saya minta kode booking dan pembayaran. Malam harinya sekitar jam 20:00 saya berencana mau membayar tiket. Tapi, sebelumnya saya coba lihat di Garuda Indonesia Online. Setelah saya cek ternyata harga untuk tiket Jakarta - Jambi PP hanya sebesar 1,937,800. Selisih sekitar 200,000-an. Memang tidak seberapa. Namun, pikir saya lumayan buat beli tambahan oleh-oleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah saya coba menjelaskan ketidaksamaan harga antara booking saya di Call Center dengan di on line booking maka pihak Call Center (saya lupa namanya) menjelaskan bahwa harga bisa diubah dan 'disesuaikan' dengan harga di on line booking. Pihak Call Center menjelaskan bahwa harga tersebut hanya bisa dibeli minimal tiga hari sebelum keberangkatan.
Mendengar penjelasan seperti itu saya pun menjawab, "oke, tidak masalah. Sekarang juga saya bayar." Ketika Bapak-bapak yang di Call Center lagi menjelaskan ulang reservasinya tiba-tiba di tengah jalan sambungan telepon terputus. Sebelum terputus terdengar suara mesin telepon toots-nya seperti ditekan-tekan. Karena terdengar suara nut ... nut ... seperti ada orang mencet angka-angka di pesawat telepon.
Berhubung sambungan telepon terputus maka penjelasan ulang dan pergantian kode pembayaran belum selesai dan dikasih ke saya maka saya pun mencoba menelepon kembali ke Call Center. Dan, diterimalah oleh orang yang berbeda. Perlu diketahui jarak waktu saya menelepon kembali setelah sambungan telepon terputus tidaklah terlalu lama. Hanya selang tidak lebih dari dua menit. Terpaksalah saya menjelaskan kembali maksud saya.
Namun, apa yang terjadi. Jawabannya sungguh 'mengejutkan'. Dikatakan bahwa harga tidak bisa 'diubah'. Harus sesuai dengan harga booking via Call Center. Bukan disesuaikan dengan on line booking. Saya jadi bingung. Bagi saya aneh. Sama-sama di Call Center Garuda kok 'berbeda' jawabannya.
Saya pun menjelaskan kembali bahwa pada telepon pertama dijawab bahwa harganya bisa disesuaikan dengan booking di on line. Namun, tetap saja dibilang dari Call Center bahwa harga tidak bisa diubah. Sungguh aneh. Dua orang dalam Call Center memberi jawaban yang berbeda. Ini aneh. Sebab jawabnnya bertolak belakang. Satunya bisa dan yang terakhir tidak bisa. Apa memang begitu.
Jawaban disesuaikan dengan 'kreativitas' masing-masing? Dan, kenapa kok harga di on line booking 'berbeda' dengan booking off line. Bagi saya sekali lagi aneh bin ajaib. Pikir saya buat apa dibuat on line kalau kemudian harganya berbeda dengan off line. Inilah yang saya sebut 'tidak profesionalnya'.
Sebenarnya kejadian seperti ini pernah saya alami juga. Namun, waktu itu penyelesaiannya harga disesuaikan dengan harga di on line booking. Namun, malam itu apa yang pernah saya alami terulang kembali dan ternyata keputusannya berbeda-beda walau dalam satu Call Center.
Atas kejadian ini jelas saya merasa kurang sreg dengan pelayanan Garuda. Bukan dari sisi uangnya namun lebih pada ketidaksamaan informasi yang diberikan di Call Center. Kalau info yang diberikan beda-beda bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk itu mohon diselesaikan segera untuk perbaikan.
Dwi Henri Cahyono
Taman Khoiru Umah
Jl Raden Kanan Rt 05/04 Tanah Baru Bogor
Hp: 0813 8093 7791
Email: dwi_henri@yahoo.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































