Keluhan
Hari Kamis tanggal 28 Januari 2010 sekitar pukul 14:00 WIB saya sebagai salah satu nasabah kartu kredit BCA merasa malu di depan para pengunjung dan kasir salah satu toko buku di daerah tempat saya berada.Saya memiliki kartu kredit BCA. Hari itu pun sudah saya melakukan pembayaran tagihan dari bulan Januari via ATM BCA Cabang Nusantara Depok. Setelah itu setelah saya pikir pembayaran sudah saya lakukan saya ke toko buku membeli sebuah netbook. Pada selebaran dari merk netbook tersebut saya lihat bahwa menggunakan pembayaran cicilan BCA 0%.
Saya tertarik. Saya pikir bahwa limit saya lebih dari cukup untuk bisa melakukan cicilan barang tersebut selama enam bulan. Ternyata setelah saya sudah sepakat dengan SPG dari toko buku untuk membeli barang tersebut pas setelah kartu saya digesek ada keterangan 'decline'. Otomatis saya heran. Koq, gak bisa dipakai secara saya baru saya melakukan pembayaran via ATM otomatis sudah ter-upload dong.
Saya jadi malu saja. Saat itu masih banyak pembeli yang antri untuk untuk membayar di kasir. Okelah.
Saya telepon Halo BCA untuk konfirmasi masalah saya sekitar pukul 14:00 WIB dari nomor CDMA dan yang melayani saya adalah Customer Service Representative namanya Sdri Sarah. Saya diinformasikan bahwa kartu saya tidak bisa dipakai karena limit tidak mencukupi dari total harga barang yang saya mau beli. Limit dari kartu harus full baru bisa melakukan cicilan BCA dikarenakan harga dari barang tersebut Rp 5,290,000.
Cicilan selama 6 bulan sekitar Rp 881,667 per bulan dan limit saya di atas dari cicilan tersebut. Otomatis saya jadi naik darah karena saya pernah diinformasikan sebelumnya pada sekitar akhir Desember 2009 dari BCA Cabang Margonda bahwa selama limit saya masih mencukupi untuk cicilan saya tetap bisa menggunakan cicilan 0% dari BCA.
Saya tidak terima dari statement dari Customer Service Representative tersebut dan minta harus ada pertanggungjawaban dari BCA yang mengeluarkan program cicilan 0% dari BCA. Solusi yang saya dapat bahwa akan dicoba bantu untuk kenaikan limit ke Rp 10,000,000 dan dibuat sebagai pengajuan nanti saya disuruh hubungi Halo BCA kembali pukul 17:00 WIB.
Saya tidak mau tahu apa solusinya karena yang penting permasalahan saya bisa dicari solusi dari BCA karena, pertama, saya sudah malu di depan umum dan yang kedua, barang yang saya ingin beli gagal. Sebelumnya telah dibuat laporan dengan nomor: 10083388.
Saat saya sedang mengadukan permasalahan saya tiba-tiba pembicaraan terputus karena pulsa CDMA habis setelah sekian lama di-hold untuk proses konfirmasi. Setelah itu saya menghubungi yang kedua kali dari nomor GSM saya pukul 14:42 WIB dan yang berbicara dengan saya adalah Customer Service Representative bernama Sdr Rena.
Saya mengajukan nomor laporan dari Customer Service Representative yang sebelumnya dan saya di-hold lagi. Setelah disambung Customer Service Representative yang bernama Sdr Rena menginformasikan solusi yang sama yang diberikan oleh BCA.
Oke. Saya terima dengan keadaan terpaksa karena harus menunggu sampai jam 17:00 WIB. Namun, dari cara bicara Sdr Rena kepada saya seakan-akan ingin menutup pembicaraan saya dan selalu memotong pembicaraan dengan kalimat terakhir yang dia bilang saat menyela pembicaraan saya. Saya menghubungi Halo BCA dari awal dengan tidak sopan. Maksudnya apakah saya memaki-maki Customer Service Representative?
Saya meminta Halo BCA cek recording saya dari awal. Apakah ada maki-makian dan sumpah serapah dari mulut saya saat komplain. Apakah itu cara Customer Service Representative Halo BCA menerima komplain dari pelanggan? Apakah itu etika bisnis yang benar seperti itu?
Setelah saya telepon yang kedua, selang saya menunggu sampai dengan jam 17:00 WIB, saya dihubungi oleh pihak BCA bahwa akan dilakukan investigasi dari informasi yang saya terima dari Customer Service Officer BCA KCU Margonda Depok.
Namun, setelah jam 17:00 WIB saya menghubungi kembali Halo BCA, dan yang berbicara dengan saya adalah Customer Service Representative bernama Sdr Mayang. Saya diinformasikan bahwa masalah saya masih sedang diproses.
Sebelumnya saya diminta oleh dua Customer Service Representative menghubungi jam 17:00 WIB. Saya katakan ke Customer Service Representative bahwa saya nanti yang harus dihubungi karena saya sudah menepati janji saya untuk menelepon jam 17:00 WIB dan kasih waktu paling lama satu jam untuk konfirmasi ke saya soal limit tersebut.
Namun, setelah saya dihubungi dari BCA (Siska) informasinya bahwa limit saya cuma dinaikkan Rp 2,000,000. Apakah itu sebanding dengan malu yang saya terima waktu di toko buku tadi. Apakah BCA mau mempermainkan saya sebagai nasabahnya. Apakah BCA tidak punya itikad baik untuk itu.
Saya menghubungi dan hasilnya nihil. Saya tidak butuh dengan kenaikan limit yang ditawarkan sampai dengan Rp 10,000,000. Saya mau hanya saya bisa dapat membeli barang yang akan saya beli. Coba saja cek pembayaran saya. Apakah selalu di bawah minimum payment.
Pihak pimpinan BCA sebagai bank besar di dunia perbankan apakah ini cara Anda mempermainkan nasabah. Jika saya mengadukan ini ke Surat Pembaca ini adalah terakhir kali saya berurusan dengan bank terbesar di Indonesia. Saya akan tutup rekening saya di BCA dan sisa tagihan kartu kredit saya akan saya lunasi. Saya tutup bulan ini juga. Sudah cukup saya dipemainkan untuk hari itu.
Semoga Anda para pembaca tidak mengalami permasalahan yang seperti yang saya alami. Terima kasih.
Erwin Karunia
Nasabah Cabang Margonda Depok
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































