Keluhan
Saya adalah pemegang kartu kredit ABN AMRO (yang sekarang RBS) dengan nomor kartu 5120 2122 4488 9xxx. Status kartu sudah diblokir secara permanen. Pada 19 Oktober 2009 saya ditelepon dari desk collection ABN yang bernama Bapak Dimas dari Divisi 120 Kartu Kredit dan menawarkan pembayaran lunas dengan discount sebesar 50% dari sisa outstanding saya sebesar Rp 9,650,000 menjadi Rp 4,825,000.
Yang bersangkutan menawarkan dengan dua kali pembayaran disertai syarat yang harus saya lampirkan, yaitu surat permohonan, fotokopi KTP, dan billing tagihan 3 kartu kredit lainnya. Tetapi, saya meminta keringanan pembayaran menjadi tiga kali sampai akhir bulan dan yang bersangkutan setuju.
Pada tanggal 20 Oktober 2009 saya faks semua kelengkapan data dan disertai pembayaran awal sebesar Rp 1,5 juta. Pada 22 Oktober saya melakukan pembayaran kedua sebesar Rp 825 ribu melalui transfer dan pada tanggal 27 Oktober saya mentransfer sisanya sebesar Rp 2,5 juta.
Total yang sudah saya bayar sebesar Rp 4,825,000. Pada bulan Nopember saya masih menerima tagihan dan saya pikir itu mungkin sistem belum menutup. Tetapi, sampai saat ini (bulan Desember) saya belum menerima surat keterangan lunas atau pemberitahuan lebih lanjut.
Saya coba untuk menghubungi Bapak Dimas di nomor 021 3820703. Tetapi, tidak ada tanggapan (telepon tidak diangkat). Saya coba ke collection bagian lapangan pun (Bapak Nasir) tidak ada tanggapan.
Saya mohon pihak manajemen ABN AMRO menindaklanjuti keluhan saya karena sampai saat ini saya belum menerima surat keterangan lunas. Sedang saya telah memenuhi semua syarat dan pembayaran. Terima kasih.
Ari Rachmat
Jl Pakuan No 14 Bogor
ari.rachmat@yahoo.com
9268045
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































