Keluhan
"Biar yang Lain Ahli Jebak Menjebak Flexi Tetap Nyata Paling Irit". Begitulah slogan Flexi yang dipasang besar-besar di Roxy Square. Tapi, apakah itu benar? Kenyataannya adalah Flexi ahlinya jebak menjebak karena hal ini tidak saja dialami oleh saya tetapi juga keluarga saya yang juga menggunakan Flexi. Padahal kita sudah mempercayakan Flexi sebagai alat komunikasi untuk keluarga. Akan tetapi kami pelanggan setia Flexi malah 'dijebak' sendiri oleh Flexi.
Begini kejadiannya. Saya pengguna Flexi dengan nomor 021 23814577. Pada tanggal 27 Oktober 2009 jam 02.42 tiba-tiba saya mendapat SMS dari 1212 yang isinya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal saya tidak pernah memesan atau membeli dalam bentuk apa pun dan lewat mana pun. Karena takut terpotong pulsanya maka pada tanggal 1 November 2009 jam 02.05 saya memutuskan untuk menonaktifkan FTONE yang tidak pernah dipesan tersebut.
Namun, setelah dinonaktifkan, pulsa saya terpotong Rp 350. Setelah kejadian tersebutย hanya berselang 11 hari 'lagi-lagi' pada tanggal 7 November 2009 jam 06.43 saya mendapat SMS dari Telkom Flexi yang berisi:
"Pelanggan Yth saat ini FlexiTONE anda tlh dilengkapi FTONE GRATIS dr ThePOTTERS-keterlaluan. Untuk berhenti dari layanan ini ktk:RING DEL 0113956 ke 1212".
Dan, pada saat itu untungnya saya telah mengecek pulsa saya terlebih dahulu. Jadi saat menerima SMS dari Telkom Flexi tersebut saya mengetahui bahwa pulsa saya telah terpotong kurang lebih sebesar Rp 1,400 gara-gara menerima SMS tersebut.
Kemudian pada hari Senin sore saya menelepon ke 147 (diterima oleh Sdr Kento) untuk meminta Telkom Flexi menghentikan semua fitur-fitur 'gratis' yang sengaja diberikan, dan pulsa saya berkurang Rp 750 saat menelepon ke 147. Akhirnya nada dering tersebut dinonaktifkan. Tetapi, saya tidak mendapat ganti rugi atas semua pulsa-pulsa saya yang telah dipotong oleh Telkom Flexi.
Dalam hal ini saya dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Jika membiarkan pulsa saya akan terpotong Rp 2,200. Bila saya menonaktifkan maka pulsa saya akan terpotong sebesar Rp 350. Jika saya komplain ke 147 saya akan tetap membayar sebesar Rp 250 per menit.
Jadi, apa pun yang saya lakukan layaknya buah 'simalakama' bagi saya, karena pihak Telkom Flexi tetap akan memotong pulsa saya. Jangan-jangan pemotongan secara diam-diam atau terang-terangan telah sering dilakukan Telkom Flexi untuk mencari keuntungan tanpa izin dari Pelanggan.
Saya ingin meminta ganti rugi atas semua kerugian material dan inmaterial yang telah pihak Telkom Flexi lakukan. Saya juga berharap pihak Telkom Flexi tidak akan pernah melakukan hal ini lagi terhadap siapa pun.
Telkom Flexi mengatasnamakan hal-hal gratis yang tiba-tiba secara otomatis akan memotong pulsa apakah dalam proses perpanjangan atau pen"delete"an. Hal seperti ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan pihak Telkom Flexi.
Apakah pemerintah akan tetap membiarkan jebakan seperti ini terus terjadi terhadap masyarakat kecil karena diuntungkan atas setoran deviden dari TELKOM? Dan, apakah slogan "Biar yang Lain Ahli Jebak Menjebak Flexi Tetap Nyata Paling Irit" masih pantas digunakan oleh Flexi.
Sebaiknya dipikirkan ulang. Kebayangkah kerugian masyarakat bila hal tersebut terjadi hanya pada dan satu juta pelanggan saja dan setiap pelanggan dirugikan Rp 350 per bulan. Maka keuntungan perusahaan atau satu bulan minimal bertambah = 1,000,000 x 350 = Rp 350 juta per bulan.
Dan, bila yang dirugikan lebih dari satu juta pelanggan dan setiap pelanggan dirugikan lebih dari Rp 350 maka keuntungan yang sangat besar (mencapai miliaran per bulan) akan diraup pihak perusahaan. Masih tinggal diamkah masyarakat dan pemerintah.
Vicky
Apartement The City Resort Residences
Jakarta Barat
vicky_l33@yahoo.co.id
02123814577
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































