Keluhan
Saya adalah pemegang kartu kredit yang diterbitkan oleh Standard Chartered Bank dengan nomor kartu 4511 9700 0078 XXXX. Sejak lebih dari setahun terakhir ini pembayaran saya memang tersendat dikarenakan kondisi ekonomi dan kesehatan keluarga yang tidak baik. Meski demikian saya tetap mengusahakan melakukan pembayaran walaupun di bawah pembayaran minimum. Namun, pihak Standard Chartered Bank selalu menghubungi saya. Baik di rumah maupun di kantor dengan cara-cara yang tidak sopan, membentak-bentak, memaki-maki, dan bahkan mengata-ngatai orang tua saya dengan sebutan yang sangat tidak pantas. Sampai-sampai sangking kesalnya sempat terbersit di pikiran saya bahwa di Standard Chartered Bank melakukan pembayaran atau tidak sama saja.
Puncaknya adalah hari ini Kamis, 3 Desember 2009. Jansen dari Standard Chartered Bank menelepon dan menanyakan pembayaran saya yang memang tertunda, karena biasanya saya membayar di tanggal 30 tiap bulannya. Saya sudah berusaha menjelaskan dan meminta tenggat waktu beberapa hari saja. Namun, yang bersangkutan berkeras dan mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak mengenakkan tentang keluarga saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika saya telepon kembali ke Standard Chartered Bank dan meminta bicara dengan collector yang saya rasa masih cukup komunikatif selama melakukan penagihan pada saya yang menjawab juga Sdr Jansen dan yang bersangkutan tidak mau memberikan teleponnya pada orang yang saya tuju. Yang bersangkutan terus saja memaki-maki dan bahkan mengancam akan membuat saya dipecat dari pekerjaan saya saat ini.
Apa pihak bank sekelas Standard Chartered Bank tidak punya standar etika. Saya masih berusaha membayar. Bukan melarikan diri. Dengan penuh kesadaran saya akan melunasi kewajiban saya. Untuk membersihkan nama saya dari daftar hitam BI karena tunggakan ini. Saya tidak perlu menjelaskan bagaimana jungkir baliknya saya mencicil kewajiban saya itu, karena itu urusan saya, dan saya tidak minta dikasihani. Hanya saya meminta, lakukan penagihan dengan cara yang beradab. Layaknya manusia.
Jika collector Standard Chartered Bank berusaha membuat saya kehilangan pekerjaan, apakah itu menyelesaikan masalah. Saya justru akan semakin tidak mampu membayar kewajiban saya bukan. Tagihan seharusnya bersifat 'pribadi' dan 'rahasia' (private & confidential) bukan?
Mengapa Pihak collection Standard Chartered Bank dengan seenaknya mengumbar cerita mengenai tagihan saya ke seluruh kantor? Mengancam membuat seseorang kehilangan pekerjaannya. Meneror dengan pelecehan secara seksual. Sudah jauh melenceng keluar dari koridor penagihan.
Apa Standard Chartered Bank merasa sebagai "raksasa" yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hukum di negara ini sehingga dengan berani bertindak barbar dalam melakukan penagihan. Saat ini tagihan yang diributkan sebagaimana saya sebutkan di atas sudah saya bayarkan.
Regards,
Paramita
Jakarta
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































