Keluhan
Pada bulan September 2008 saya ditawari kartu kredit Bank Mega dengan tanpa bayar iuran untuk tahun pertama. Setelah Satu bulan kemudian kartu kredit saya terima dengan nomor 4201 9104 XXXX XXXX. Saat hendak diaktivasi dengan menghubungi Mega Call 021 79175555 hingga selama satu bulan lebih aktivasi tidak pernah berhasil. Akhirnya saya abaikan kartu kredit tersebut. Saya pikir dengan tidak berhasil diaktivasi maka kartu tersebut batal. Ternyata perkiraan saya tersebut meleset. Pada bulan September 2009 saya mendapat tagihan untuk iuran tahun berikutnya. Sedangkan kartu saya belum aktif.
Saya mencoba menghubungi Mega Call. Juga tidak berhasil. Setelah itu datang kembali tagihan di bulan Oktober untuk iuran dengan dendanya mungkin (dunning fee). Saya coba kembali menghubungi Mega Call. Akhirnya saya berhasil tersambung dengan Customer Service-nya yang bernama Sdri Ivana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya Sdri Ivana bersedia untuk menutup kartu kredit saya dan tagihannya untuk diabaikan saja. Saya pikir sudah ditutup kartu saya tersebut. Ternyata pada bulan November datang lagi tagihan berserta dunning fee-nya yang makin bertambah.
Saya coba menghubungi kembali Mega Call untuk konfirmasi mengenai kartu kredit saya. Hingga surat ini saya buat saya belum berhasil untuk menghubungi Mega Call. Akhirnya saya coba menulis di suara pembaca detik.com.
Saya memohon agar Bank Mega segera menutup kartu kredit saya sehingga tagihannya tidak saya terima terus. Kebetulan pada Desember ini saya sudah berhenti bekerja. Demikian surat ini saya buat agar Bank Mega berkenan segera menutup kartu kredit saya ini. Saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Deddy Sukarno
Sawangan Elok Blok AU1/2
Depok Jawa Barat
deddy@mpi-pharmaniaga.co.id
08159965316
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































