Proses Birokrasi Kredit Mitrakarya Mandiri yang Menjadi Sangat Panjang

Suara Pembaca

Proses Birokrasi Kredit Mitrakarya Mandiri yang Menjadi Sangat Panjang

- detikNews
Kamis, 15 Okt 2009 14:54 WIB
Proses Birokrasi Kredit Mitrakarya Mandiri yang Menjadi Sangat Panjang
Keluhan
Kronologi: bulan mei saya mengajukan fasilitas kredit Mitrakarya Bank Mandiri berdasarkan corporate perusahaan dengan Mandiri perihal pembayaran payrol melalui bank terkait. Singkat kata setelah proses yang panjang dengan disertai dokumen-dokumen pelengkap yang jumlahnya luar biasa banyaknya (padahal payrol gaji kita masuk di Bank Mandiri) dan oknum-oknum pegawai yang merasa bahwa kita membutuhkan mereka membuat kita yang senantiasa harus aktif untuk sekedar bertanya status aplikasi yang masuk.

Akhirnya menjelang libur panjang Hari Raya Lebaran kredit saya di-acc dengan jumlah 31 juta oleh Bank Mandiri Semarang. Oleh karena saya mengajukan di Kudus maka perlu proses pencairan di Kudus.

Kembali lagi ini menjadi proses birokrasi yang sangat-sangat panjang dan menguras energi. Saya yang harus senantiasa aktif untuk menghubungi 2 pihak yang terkait. Dalam hal ini Bank Mandiri Semarang dan Kudus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya tanggal 18 September 2009 dana yang ada telah cair. Saya kaget dana yang dicairkan 20 juta dengan alasan harus menutup account saya di dua bank lain baru sisanya akan diberikan. Tetapi, yang aneh di buku tabungan yang saya cetak tercantum jumlah sebesar 31 juta. Begitu pula dari m-banking.

Saya heran kenapa harus ada perjanjian untuk melunasi acc di tempat lain. Padahal selama ini walaupun kadang kala tagihan kartu kredit saya over limit tapi saya tidak pernah tidak membayar. Alasan yang dipergunakan adalah "biar konsen di Mandiri saja".

Saya pikir itu kan sangat egois. Padahal sudah jelas bahwa antar perusahaan ada kerja sama corporate, payrol gaji kita masuk di mandiri, ditambah lagi Surat Keterangan Kerja saya yang asli diminta juga sebagai jaminan.

Terus mengapa masih seperti tidak percaya. Padahal yang penting kan kita bisa dan menyanggupi untuk membayar cicilan bulanan beserta bunga yang ada. Dan, saya mesti dipaksa untuk mengambil Tabungan Rencana Mandiri yang besarnya sampai 300 ribu per bulan selama 3 tahun.

Saat ini di buku tabungan saya masih tercantum dana 11 juta. Sedangkan di ATM tidak tercantum. Apa yang terjadi?

Pihak Mandiri bisa untuk "memblokir" dana nasabah yang ada. Saya semakin tidak habis pikir dengan program kredit di Mandiri. Klaim dan tagline mereka yang menyatakan bank terbesar di Indonesia tetapi tidak memiliki hati yang besar pula untuk menerima kondisi nasabah yang punya pinjaman di tempat lain.

Saya harap ini dapat jadi pengalaman dan pembelajaran buat pembaca sekalian. Kalau mau share informasi saya sangat terbuka. Dapat menghubungi di nomor telepon atau alamat e-mail saya. Sekian dan terima kasih.

Agus Cahyono
Kenari 10 Kudus
gus_zans@yahoo.com
0818240145





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait