Menghirup Asap Selama Hampir Satu Jam di Bus Damri Bandara

Suara Pembaca

Menghirup Asap Selama Hampir Satu Jam di Bus Damri Bandara

- detikNews
Jumat, 25 Sep 2009 14:55 WIB
Menghirup Asap Selama Hampir Satu Jam di Bus Damri Bandara
Keluhan
Hari Jumat tanggal 11 September 2009 saya beserta istri dan anak yang masih berusia 2 tahun berencana menjemput mertua yang datang dari Kendari dengan menggunakan Bus Damri. Pool Terminal Rawamangun menjadi pilihan karena lokasinya paling dekat dengan rumah kami di Jatiwaringin. 
 
Kami tiba di pool Damri Rawamangun dengan menggunakan taksi pukul 07.55 dan langsung naik ke bus yang sudah stand by dan dijadwalkan berangkat pukul 08.15 WIB. Saat naik ke kendaraan saya sudah tidak nyaman karena mesin bus dalam keadaan hidup dengan asap yang mengepul hitam keluar dari knalpot. 
 
Saya mencoba sabar dan menutup hidup anak saya dengan sapu tangan dengan harapan asap akan hilang bila pintu bus sudah ditutup saat akan berangkat nanti. Tepat waktu, pukul 08.15 bus pun berangkat dan pintu ditutup. Namun, bau asap masih tetap mengepul masuk di dalam bus. Ini berlangsung hingga bus Damri tiba di Bandara Soekarno-Hatta. 
 
Saya sebenarnya ingin turun dari bus namun khawatir terlambat menjemput mertua yang tiba di Jakarta pukul 09.30 WIB. Akhirnya kami termasuk anak saya yang masih balita harus menghirup asap knalpot selama hampir satu jam di Bus Damri.
 
Saya sungguh kecewa dengan kondisi bus dan pelayanan yang diberikan. Seharusnya sebagai pemegang monopoli bus ke bandara Damri profesional dengan menjaga kondisi bus yang dioperasikan. Saya sudah sampaikan persoalan ini kepada petugas kondektur bus yang dijawab dengan kata, "baik, Pak". Entah apa sekarang sudah diperbaiki. 
 
Kalau Damri tidak mampu memberikan pelayanan dan pengadaan bus yang baik bagi pelanggan bandara sebaiknya pemerintah mencabut monopoli Damri sebagai bus bandara. Sehingga, masyarakat ada pilihan alternatif. Terima kasih. 
 
Aldi Ahmad
Kompleks AURI Jatiwaringin Jakarta Timur
ahmad_aldi@yahoo.com
081210127712
 




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait