Keluhan
Saya adalah mantan pemegang kartu kredit BCA. Kartu saya itu adalah Gold (nomor kartu lupa karena sudah lama ditutup dan kartu dipotong dan dibuang). Penutupan saya lakukan melalui Call Center via telepon. Saat itu setelah dikonfirmasi bahwa kartu saya sudah dinonaktifkan maka kartu langsung saya potong menjadi 2 dan saya buang.Penutupan ini saya lakukan sekitar tahun 2008. Sampai bulan September 2009 ini tidak ada tagihan maupun telepon dari Card Center BCA yang menginformasikan bahwa saya punya tagihan yang tertunggak. Masalah justru terjadi pada saat saya mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) di Bank "M".
Setelah semua pengumpulan dokumen dari saya sudah selesai dan pihak Bank "M" melakukan pengecekan seluruh rekening saya melalui Bank Indonesia atau BI (prosedur standar apabila seseorang akan mengambil KPR) saat itulah --tanggal 2 September 2009 saya diberitahu kalau ada tagihan tertunggak di kartu kredit BCA yang besarnya berkisar 600 ribu. Tagihan terakhir terjadi tanggal 31 Juli 2009 yang berarti kartu kredit saya yang seharusnya sudah tertutup itu ternyata masih aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya dengan tegas meminta agar masalah ini diselesaikan saat itu juga karena besoknya --tanggal 3 September saya sudah akan akad kredit dan tanda tangan di notaris. Sedangkan pihak Bank "M" tidak akan mencairkan KPR saya selama belum ada keterangan resmi dari pihak BCA. Bahwa kartu kredit saya sudah tertutup dan tidak ada tagihan --yang menyebabkan saya masuk dalam daftar black list, karena adanya penunggakan pembayaran tersebut.
Tanggal 3 itu juga adalah hari terakhir saya di Balikpapan. Tiket pesawat untuk saya dan keluarga sudah konfirm berangkat jam 01:30 PM. Namun, pihak BCA saat itu mengatakan proses penutupan memerlukan 7 hari kerja. Saya tidak bisa menerima ini karena 'mepet'-nya waktu saya.
Tanggal 3 pagi jam 8 saya sudah berada di Kantor Cabang BCA Balikpapan untuk melaporkan kejadian tersebut. Saya diterima oleh Ibu Ratna di Bagian Customer Service Credit Card di lantai 3 Gedung BCA Balikpapan. Beliau langsung melakukan pengecekan ulang dan ternyata memang benar bahwa seharusnya tagihan-tagihan tersebut tidak muncul lantaran kartu kredit tersebut sudah saya tutup tahun lalu.
Ibu Ratna kemudian menghubungi Halo BCA karena menurut penuturan beliau ini di luar wewenang Kantor Cabang. Setelah saya menjelaskan pentingnya bagi saya untuk menyelesaikan masalah ini segera pihak Halo BCA menyanggupi penyelesaian masalah --termasuk clearing ke BI bahwa nama saya tidak termasuk dalam daftar penunggak kredit dalam waktu 1 hari, yang berarti tanggal 4 (report # 9043865). Hari itu juga saya pulang ke Jawa setelah menjelaskan progres masalah ini ke pihak Bank "M".
Tanggal 8 saya mendapat kabar dari pihak Bank "M" bahwa nama saya masih bermasalah di BI. Saya kaget karena janji BCA seharusnya tanggal 4 sudah selesai dan surat keterangan bahwa saya sudah tidak punya tagihan tertunggak sudah dikirim ke BI.
Hari itu juga saya kembali telepon Halo BCA dan saya sungguh kaget bahwa 'belum ada progren' dari BCA ke BI mengenai masalah ini. Setelah berargumen cukup lama pihak BCA hanya bisa membuatkan 2 laporan baru yaitu nomor 9081084 dan 9081157.
Report pertama untuk internal BCA --menghapus data saya di sistem BCA dan report kedua untuk clearing ke BI (surat). Saat itu saya minta juga untuk mengirim scanned document ke email saya karena tanggal 15 saya akan berangkat ke luar negeri dan akan tinggal sekitar 5 minggu di sana. Akan sangat merugikan saya kalau saya masih harus telepon Halo BCA dari luar negeri. Report-report tersebut disebutkan akan selesai dalam 7 hari kerja. Saya masih berusaha sabar.
Tangal 15 saya kembali menghubungi Halo BCA karena belum ada email masuk mengenai ini. Lagi-lagi jawaban tidak profesional saya terima. Pihak BCA mengatakan sedang proses. Sampai kapan. tidak ada yang berani memastikan. Mereka cuma bilang: "kami sedang berusaha." Dan ketika saya 'memohon' agar masalah ini selesai tangga 18, mereka menyanggupinya. Kenyataannya 'belum selesai'.
Lelah saya mesti teriak-teriak ke Customer Service BCA. Lagi pula itu terjadi saat saya shaum atau puasa. 'Habis-habisin' energi. Dosa pula. Sampai sekarang masalah saya masih belum clear. KPR saya --jelas saja belum bisa keluar. Saya sudah mengalah memundurkan jadwal pesawat ke luar menjadi tanggal 20 namun masalah belum juga selesai.
Ini adalah murni kesalahan BCA dan saya sudah beberapa kali memohon. Bahkan, hanya untuk meminta surat keterangan dari Kantor Cabang pun mereka tidak bisa kasih. Apa sih maunya. Satu hal yang bisa saya pastikan adalah Bank BCA ternyata tidak profesional.
Wassalam,
Aditya Rahman
Jl Yos Sudarso 495 Gombong
adityarahman@gmail.com
08158962515
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































