Keluhan
Tulisan ini saya buat dikarenakan belum adanya tanggapan dari pihak kartu kredit ANZ. Tanggal 4 Agustus saya coba kontak langsung ke Card Center pada Pimpinan Head of Service Center Ibu M di Jakarta. Namun, susah. Saya ingin masalah ini tidak berlarut-larut maka saya mohon bantuan dari pihak ANZ. Saya adalah pengguna Kartu Kredit ANZ dari Bank Panin sejak tahun 2006. Dulu memang masih lancar pembayaran tagihan. Memang, saya akui telah lalai untuk membayar tagihan kartu kredit saya dikarenakan saya tengah menghadapi masalah keuangan. Namun, tidak terbersit di benak saya untuk lari dari tanggung jawab saya untuk tidak membayar kartu kredit ANZ.
Saya kesulitan membayar hingga tagihan saya menjadi sekitar Rp 4 juta di tahun 2009. Beberapa bulan ini, sekitar bulan Mei, saya didatangi oleh pihak kolektor yang mengaku bernama Bapak An. Namun, di surat tugas dengan inisial JT, warga Jalan Ktpg II B Skdn dari CV CA beralamat di Jalan Sdy III No 8.
Beliau mengaku pihak ketiga dari ANZ Bank Panin datang ke kantor untuk menagih pembayaran kartu kredit saya karena sudah jatuh tempo tersebut. Sebelumnya saya tanya secara baik-baik dari mana, surat pengantar dari bank, atau pengenal.
Dengan nada marah beliau mengeluarkan kata yang tidak pantas didengar serta membuat ancaman. "Kalau Bapak saya tunjukan identitas pengenal atau surat dari perusahaan awas tidak membayar", sambil membentak. Bahkan, mengancam dengan alasan tagihan saya sudah dibayar oleh perusahaanya atau ditalangi sebesar Rp 400,000.
Kemudian setelah marahnya mereda saya mengatakan hanya mau membayar di bank. Namun, Bapak An menolak dan akhirnya negosisasi gagal. Tak lama kemudian Bapak An memohon kepada saya agar ada pembayaran sambil menunjukkan kuitansi asli ANZ yang telah distempel tersebut.
Kuitansi diberikan kalau sudah melunasi tagihan saya semuanya sebesar Rp 400,000 yang telah dibayar oleh pihak CV. Saya hanya sanggup membayar Rp 50,000 dan diterima oleh Bapak An tanpa diberikan kuitansi atau bukti apa pun walaupun pembayaran sedikit.
Beberapa minggu sekitar bulan Juni Bapak An datang lagi guna mengambil pembayaran sisanya. Sambil marah, bahkan, akan mengancam saya akan dibunuh kalau tidak bayar. Hal ini dilakukan di depan teman kantor sehingga mempermalukan saya. Sambil turun di bawah lobi Bapak An marah. Bahkan, akan memukul saya dengan kursi yang akhirnya diketahui petugas keamanan di samping saya.
Setelah amarahnya reda kemudian saya jelaskan saya mau membayar di bank. Namun, akhirnya sia-sia juga. Saya lalu memberikan uang lagi sebesar Rp 50,000 tanpa bukti kuitansi. Alasannya belum sampai tagihan Rp 400,000.
Setelah itu pada bulan Juli saya berinisiatif untuk melunasi tagihan dan menutup tagihan kartu ANZ. Saya datang ke Gedung BRI Tower Lantai 11 Surabaya. Saya diterima oleh Bapak Cdr Bagian Collection dan diberitahu kalau saya ingin membayar dan melunasi tagihan saya seluruhnya tersebut hanya diberikan diskon 40 persen. Sekitar Rp 2,7 juta. Namun, saya jelaskan dan berusaha negosisasi harga bahwa saya hanya mampu sesuai keadaan keuangan saya, sekitar Rp 1,8-2 juta. Saya bayar cash bulan berikutnya.
Namun, Pak Cdr menolak hanya bisa Rp 2,7 juta. Itu pun harus dibayar dua kali. Pembayaran pertama bulan Juli tanggal pertengahan dan sisanya bulan berikutnya. Selang beberapa hari, tepatnya tanggal 28 Juli 2009 pukul 11.00, saya datang lagi ke tempat Bapak Cdr. Namun, jawabannya tetap sama.
Saya coba negosiasi tiga kali disesuaikan kemampuan saya dan keuangan. Namun, Pak Cdr tetap pada pendiriannya. Kalau saya mau melunasi dan menutup tagihan kartu kredit saya diharuskan membayar tiga kali yaitu angsuran pertama tanggal 29 Juli 2009 sebesar Rp 1 juta. Angsuran kedua bulan Agustus Rp 1 juta. Sisanya Rp 700.000 bulan September.
Saya berikan pengertian bahwa saya mengajukan dulu karena tanggal 29 saya juga belum gajian. Namun, Pak Cdr bersikukuh. Sepertinya pihak ANZ tidak secara tulus memberikan bantuan kepada nasabah yang kesulitan untuk melunasi tagihannya. Padahal, saya sudah berniat baik ingin melunasi tagihan saya dan saya tidak berniat lari atau melakukan tindakan negatif lainnya.
Dan, yang mengecewakan lagi dari pihak ANZ mengatakan bahwa mereka tidak mengenal siapa itu Bapak An. Orang yang telah mengancam dan meneror saya dari CV tersebut. Saya harap kejadian ini tidak akan terjadi lagi kepada orang-orang yang mempunyai kesulitan untuk melunasi pembayaran seperti saya. Untuk pihak ANZ saya harap bisa menghargai orang-orang yang mempunyai niat baik untuk melunasi pembayaran kartu kredit.
Agung
08813526509
yobenbingung@gmail.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































