Antri Check In Sana-sini dan Kemudian Ditinggal Pesawat Lion Air

Suara Pembaca

Antri Check In Sana-sini dan Kemudian Ditinggal Pesawat Lion Air

- detikNews
Jumat, 31 Jul 2009 15:02 WIB
Antri Check In Sana-sini dan Kemudian Ditinggal Pesawat Lion Air
Keluhan
Kita sering mendengar berita tentang pelayanan publik yang buruk yang dialami oleh masyarakat. Khususnya dibidang jasa penerbangan. Sering kali hal demikian terulang terus tanpa ada perhatian khusus yang serius dari maskapai penerbangan tersebut walaupun mungkin sudah banyak teguran dari lapisan masyarakat maupun instansi pemerintah yang mengurus hal itu.

Hal ini sempat membuat nama bangsa kita terutama di dunia penerbangan internasional menjadi buruk. Mulai dari hal-hal yang besar sampai dengan hal-hal sekecil sekali pun sering kali dianggap remeh oleh maskapai-maskapai penerbangan di dalam negeri ini.

Senada dengan itu saya pernah mengalami hal serupa beberapa minggu lalu di Bandara Soekarno-Hatta. Ketika menggunakan pesawat Lion Air dengan penerbangan tujuan dari Jakarta ke Manado. Tepatnya pada tanggal 21 Juni 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu saya tiba di bandara pukul 17.10 WIB. Kemudian saya bertanya kepada petugas dari Lion Air di counter nomor berapa antrian check in tujuan Manado dan petugasnya menjawab counter nomor 9.

Setelah melakukan antrian yang cukup panjang dan lama saya tiba di depan counter nomor 9 dari Lion Air. Namun, petugas di counter itu mengatakan bahwa check in tujuan Manado di counter nomor 24 bukan di counter nomor 9 sehingga akhirnya saya mulai melakukan antrian yang cukup panjang lagi di counter nomor 24.

Namun, ketika saya tiba di depan counter nomor 24 dan akan melakukan check in petugas Lion Air di counter itu menjawab bahwa check in untuk tujuan Manado di counter nomor 12. Dengan nada protes saya bertanya ke petugasnya dan petugasnya menjawab betul di counter nomor 12 untuk tujuan Manado.

Akhirnya saya harus berlari dengan membawa barang dan melakukan antrian di counter nomor 12. Setelah melakukan antrian yang panjang juga di counter nomor 12 dan ketika sampai di depan counter itu petugasnya menjawab bahwa bukan di sini untuk tujuan Manado. Silakan lapor ke Bagian Ticket Sales Lion Air. Saya bingung dan bertanya kenapa. Namun, petugasnya tetap menjawab ke Bagian Ticket Sales.

Akhirnya saya ke Bagian Ticket Sales Lion Air dan tiba di sana pukul 18.25 WIB. Sedangkan ticket di tangan saya menunjukkan pukul 18.35 WIB pesawat take off (berangkat). Begitu saya melapor di Bagian Ticket Sales petugasnya menjawab pesawatnya sudah berangkat.

Dengan nada marah dan panik saya bertanya. Bagaimana ini, kok, saya dipingpong antri sana-sini dan kemudian ditinggal pesawat. Mana tanggung jawabnya Lion Air. Saya kemudian disuruh melapor ke Bagian Duty Manager Lion Air.

Setibanya saya di bagian Duty Manager Lion Air saya melapor di sana dan malahan saya dibentak oleh petugas yang berada di situ bernama Hafisz serta mengatakan salah saya, kok, kenapa tiba di counter mereka pukul 18.30 WIB. Dengan nada marah saya bertanya bukankah saya diminta antri sana-sini dan informasinya sama sekali tidak jelas maka saya mengalami ditinggal oleh pesawat.

Namun, petugas itu tidak peduli dan tetap meminta saya kalau ingin melanjutkan penerbangan dengan Lion Air silakan bayar Rp 411,000 dan saya akan ditempatkan untuk status cadangan pada penerbangan esok hari tanggal 22 Juni 2009 pukul 05.00 WIB. Jika saya tidak mau tiketnya akan hangus. Saya harus bayar Rp 1,100,000 atau silakan cari maskapai lain. Akhirnya saya terpaksa membayar Rp 411,000 ke Lion Air dengan status cadangan untuk keberangkatan jam 05.00 WIB pada tanggal 22 Juni 2009.

Ternyata ketika saya berada dalam ruangan Duty Manager Lion Air bukan saya saja yang mengalami hal demikian. Tetapi, juga banyak penumpang dengan tujuan keberangakatan yang berbeda-beda maupun sama mengalami nasib yang sama dengan saya.

Mereka juga merasa terpojok dengan ulah Lion Air dan akhirnya membayar denda yang diminta (ada yang sekitar Rp 400 ribuan maupun lebih). Di samping itu pula banyak barang-barang milik penumpang yang ketinggalan akibat kelalaian maskapai ini maupun barang-barang penumpang yang saling tertukar.

Saya merasa hal ini betul-betul perbuatan yang tidak bermoral dari Lion Air. Andaikata ada penumpang yang tidak memiliki uang untuk membayar denda akibat ulah mereka maka nasibnya bagaimana. Sudah pasti penumpang itu akan menginap di bandara dan tidak bisa berangkat. Betul-betul tidak manusiawi.

Di samping itu juga saya pribadi dirugikan bukan hanya materi karena bukan denda itu saja yang harus saya tanggung. Tetapi, biaya hotel untuk menginap semalam maupun transportasi dari/ ke hotel selain esoknya saya tidak bisa masuk kantor untuk bekerja dan janji-janji meeting dengan semua klien untuk perusahan tempat saya bekerja menjadi batal.

Lion Air mana tanggung jawabmu. Apakah sudah tidak ada cara lain untuk mencari uang sehingga maskapai anda menggunakan cara-cara yang picik seperti itu. Untuk semua pembaca di seluruh tanah air tolong pertimbangkan penerbangan anda dengan maskapai yang menggunakan cara-cara picik seperti ini sehingga anda tidak mengalami nasib yang sama.

Untuk pemerintah dan YLKI tolong maskapai semacam ini segera ditindak sehingga pelayanan yang buruk ini juga tidak terjadi kepada semua penumpang. Baik domestik maupun manca negara yang berlibur atau berkunjung ke negara kita sehingga nantinya citra penerbangan nasional Indonesia di mata dunia internasional tidak menjadi jelek akibat ulah dari maskapai-maskapai semacam Lion Air ini. Terima kasih.

Frengky Tasidjawa
Jl Sulawesi Rumah Putih Besar
Depan Masjid di Winangun Manado
ft_total@yahoo.com
085298359869




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait