Bobot dan Kejelian Penjurian Black Innovation Awards 2009

Suara Pembaca

Bobot dan Kejelian Penjurian Black Innovation Awards 2009

- detikNews
Jumat, 17 Jul 2009 09:27 WIB
Bobot dan Kejelian Penjurian Black Innovation Awards 2009
Keluhan
Mengamati 50 finalist Black Innovation Awards (BIA) 2009 via internet saya nilai tidak fair dan tidak edukatif. Sebagai contoh (mohon maaf) salah satu 50 finalis yaitu Flexboard yang cuma bahan fibreglass 1 mm yang bisa dibeli di toko material yang digunting bentuk segi empat dalam 15 menit saja. Kok, bisa jadi 50 finalist.

Maaf Bung, di mana kejelian ke-7 Dewan Juri (Bung Ade Darmawan, Yoris Sebastian, Bre Redana, Sigi Wimala Somya Dewi, Diana Mochdie Ssn, Nicholas Saputra, dan Leonard Theosabrata). Apakah Anda tidak melihat Kecapiano (Kontestan ID C 10689, KC1068901 dan KC1068902) yang bobot inovasinya sangat kuat. Konstruksi dan pembuatannya cukup rumit. Kok, bisa dikalahkan Flexboard.

Apalagi melihat bobot innovasi Kecapiano yang lebih unggul dibandingkan dengan Kecapi China Gu Zheng (yang sudah go internasional dan beberapa kali dimainkan dalam acara talkshow TV One dan Metro TV). Mungkin anda lupa meng-klik Kecapiano karena saking banyaknya kontestan. Atau Anda meragukan orisinalitas karyanya. Atau anda tidak faham alat musik. Atau karena tidak masuk kriteria selera yang rata-rata alat rumah tangga. Bukankah ada kriteria waktu luang, hobby, dan hiburan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tolong Dewan Juri BIA 2009 jelaskan. Karena, menurut penilaian saya Kecapiano layak menjadi salah satu dari 4 Juara Utama. Sedangkan orisinalitas karya dijamin 100% murni. Belum pernah ada baik di Indonesia maupun mancanegara.

Suatu produk akan dinilai innovative karena dibandingkan dengan produk lain sejenis yang ada di pasaran. Contoh lain 50 finalist yaitu Lovely Basin, sebuah baskom  yang pinggirnya dibentuk radius supaya bisa ditaruh dipinggang ibu-ibu dalam kegiatan mencuci, dan lain-lain.

Lihat di www.blackinnovationawards.com ini. Menurut saya cukup innovative juga karena dibandingkan dengan baskom biasa yang umumnya bulat namun bobot inovasinya menurut saya secara kasat mata sangat jauh di bawah Kecapiano.

Menurut hemat saya masyarakat harus bereaksi manakala terjadi ketidakadilan dalam bidang apa pun. Dalam hal ini bila tidak diluruskan oleh Dewan Juri BIA 2009 maka telah terjadi pengkebirian kreativitas dan pengkerdilan intelektualitas khususnya dalam ajang kompetisi inovasi produk yang diadakan secara terbuka via internet ini yang katanya diikuti oleh sekitar 806 karya (baca di www.blackinnovationawards.com). Saya mengerti bahwa Dewan Juri punya hak prerogatif dan keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat. Untuk itu penjurian BIA 2009 patut diulang.

Coba lihat Kecapiano. Konstruksi dan pembuatannya cukup rumit. Estetika keetnisan yang sangat kental dengan ukiran Jepara (yang sejak dulu asli karya orang Indonesia), ditambah alunan suara senar string terdengar sangat unique ketika dimainkan oleh penciptanya. Fungsi lebih unggul dibandingkan Kecapi China Gu Zheng yang cuma 21 senar yang hanya bisa memainkan lagu dengan nada tertentu yang tidak mampu nge-jam bareng Band/ Orchestra.

Justru Kecapiano mampu memainkan semua aliran musik (pop, jazz, dangdut, dan sebagainya) dengan semua nada dasar secara lengkap karena struktur pianonya, dan yang paling penting bobot inovasinya itu mampu nge-jam bareng Band/ Orchestra, mempunyai 74 senar, setara 4 oktaf + 2 oktaf nada, (Ket.: pengertian nge-jam bukan sekedar main bareng tapi bisa improvisasi sesuai dengan nada yang diminta Band/Orchestra).

Saya telah mengundang 20 orang untuk membandingkan Kecapiano dengan 50 finalist, dan mereka semuanya mengatakan telah terjadi kekeliruan dalam penjurian. 3 dari mereka berpendapat setidaknya Kecapiano harus masuk 20 besar. 17 dari mereka mengatakan Kecapiano layak menjadi salah satu dari 4 juara utama.

Beberapa dari mereka ada yang menanyakan apakah Kecapiano bisa memainkan dan mengiringi lagu seperti Kecapi Sunda dalam lagu Cianjuran? Jawabnya: bisa. Kebetulan almarhum kakek pencipta Kecapiano ini orang Sunda dan pemain Kecapi Sunda. Sedangkan almarhumah nenek seorang pesinden (pelantun) lagu Cianjuran sehingga boleh dikatakan Kecapiano ini suatu alat musik petik yang universal.

Kalau di mancanegara ada alat musik petik yang namanya Harp Guitar (lihat di
Youtube) yaitu yang mengkombinasikan Harpa dengan Guitar. Maka di dalam negeri ada karya yang perlu dibanggakan yaitu ada orang Indonesia, orang pertama yang berhasil mengkombinasikan Kecapi dengan Piano, yang diciptakan oleh seorang anak muda, anak saya, Yeremia Yordan Bijaksana, 22 tahun, yang belajar musik secara autodidak, yang Guru Private Piano dan seorang Keyboardist Band Ibu Kota ini.

Walaupun banyak orang Indonesia tidak terlalu suka mengapresiasi karya anak bangsanya tapi ke depan saya yakin Kecapiano akan banyak diminati oleh individu maupun kelompok sehingga akan menambah dan meramaikan nuansa musik Indonesia. Terima kasih.

Hormat saya,
Didin Setiawan Nasman,
Jl Taman Mustika 17 Rawamangun Jakarta Timur 13220
HP Esia 021 95373788,
email: didinsnasman@yahoo.co.id (pembaca yang ingin membandingkan 50 finalist BIA 2009 dengan Kecapiano, silahkan kirim email, gambar akan dikirim via email, trims)





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait