Semula Menganggap Psikiater RS Haji yang Dapat Menolong

Suara Pembaca

Semula Menganggap Psikiater RS Haji yang Dapat Menolong

- detikNews
Kamis, 02 Jul 2009 13:11 WIB
Semula Menganggap Psikiater RS Haji yang Dapat Menolong
Keluhan
Suami saya dirawat di Rumah Sakit Haji Pondok Gede Bekasi (tanggal 18 - 26 Juni 2009). Kondisinya sempat tak sadarkan diri. Namun, pihak dokter ahli penyakit dalam, dokter ahli ginjal, hingga dokter ahli syaraf, mengatakan semua organ baik-baik saja. Sampai akhirnya dirujuk ke dokter psikiater karena hasil CT Scan menyatakan Chepalgia Kronis.

Kemudian minggu lalu berkisar tanggal (22 Juni 2009) Dr N (Dokter Psikiater) visit ke kamar. Namun, tak berhasil berkomunikasi dengan suami saya.

Dokter Psikiater ini semula saya anggap adalah dokter harapan terakhir yang dapat menolong suami saya. Saya berharap konsultasi dapat terjalin dua arah, santai, dan dengan bahasa yang lemah lembut sehingga mempercepat proses kesembuhan suami saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, tiba-tiba Dokter Psikiater tersebut menuduh suami saya meminum obat-obat (narkoba), alkohol. Dan, yang lebih mengagetkan lagi, ketika ia bicara dengan nada tinggi menduga bahwa suami saya mengidap penyakit HIV. Pernyataannya, "ini tanda-tanda HIV, banyak pasien saya yang seperti ini, dan mereka HIV!"

Kami kecewa dengan perlakuannya tanpa bukti. Semua yang ada di kamar saat itu mendengar. Kami sedih dan sekaligus malu.

Rasanya tak pantas seorang Dokter Psikiater berlaku seperti itu. Ini namanya melanggar etika kedokteran. Kami seluruh keluarga dibuat syok. Menangis tak keruan. Hasil tes menyatakan negatif. Bagi kami ini penghinaan dan dapat mencemarkan nama baik keluarga kami.

Saya, mewakili keluarga, sungguh kecewa dengan perlakuan dokter yang tak punya etika itu. Berharap orang lain tak mengalami hal yang sama seperti kami.

Yuni N
Komp Buana Gardenia Tangerang
nilogini@yahoo.com
08129873552





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads