Keluhan
Hallo Bank Permata. Saya ingin mengimbau. Kalau menagih hutang, entah itu hutang kartu kredit atau hutang apa pun, tagihlah langsung kepada orang yang bersangkutan. Janganlah orang yang namanya dicantumkan sebagai referensi juga ditagih-taih, ditekan, dihina, dan dicaci maki seperti apa yang saya alami.Sejak hari Selasa, 5 Mei 2009 saya ditelepon oleh seorang penagih dari Bank Permata yang menagih tunggakan kartu kredit menantu saya yang tinggal di kota lain. Berhari-hari saya ditelepon pagi sore dengan kata-kata kasar penuh dengan caci maki dan hinaan.
Dikatakanlah kami ini keluarga maling, mertua 'ga tau' diri, makan duit seenaknya, pakai biaya kuliah dari bukan duitnya, belum lagi gelar-gelar binatang dan selalu gelar maling mengawali caci makinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami pun tidak pernah se-sen pun menggunakan uang menantu untuk keperluan kami (mungkin orang tersebut mengira uang dari Bank Permata ikut termakan oleh kami). Atau Margaret (nama penagih utang) menganggap kami begitu miskinnya sehingga kami harus pakai duit hutangan dari bank untuk kuliah anak atau apa pun itu.
Begitu juga penagih dari bank lain. Salah satunya Bank Danamon. Perilakunya sama persis walaupun orangnya berbeda. Surat ini saya buat untuk peringatan kepada para pembaca untuk berfikir 1.000 kali kalau hendak meminjam uang, atau memakai kartu kredit.
Pikirkan kemampuan. Pikirkan kebutuhan juga melihat kemudahan dan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan karena sekali terjerat tagihan yang memberatkan. Keluarga yang tidak tahu menahu ikut dihina dan dinistakan.
Ismiati
Jl Bintara 14 Bekasi
satriyaadhy_thewhitedemon@yahoo.com
021 88953845
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































