Keluhan
Saya pelanggan Xplor dengan nomor 081919190770 sejak Desember 2008 dalam program gerai XL di bilangan Thamrin oleh Marketer XL bernama Danny (0817809390). Program tersebut mengharuskan tagihan dimasukkan ke dalam tagihan kartu kredit atau yang dikenal dengan autodebet.Setelah beberapa bulan hingga April 2009 saya melihat ada sesuatu yang janggal dalam tagihan kartu kredit saya (Citibank Visa dengan nomor 4541 7910 5141 1XXX). Terdapat tagihan tambahan di luar tagihan nomor saya sendiri di sekitar tanggal 12 - 15 tiap bulannya yang tadinya saya pikir tagihan bulanan saya yang dipecah. Total tagihan siluman tersebut Rp 373.807 dengan rincian :
13 Jan EXCELCOM/ SOF JAKARTA ID 110.112
11 Feb EXCELCOM/SOF B= JAKARTA ID 137.289
12 Mar AUTOPAY EXELCOM JAKARTA ID 33.192
15 Apr AUTOPAY EXELCOM JAKARTA ID 93.214
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
melakukan migrasi ke XL Pra Bayar pada tanggal 15 April di XL Center Rawamangun dengan menyelesaikan tagihan nomor saya (081919190770) sebesar Rp 138.820.
Setelah saya menerima Lembar Penagihan Kartu Kredit yang dicetak tiap tanggal 18 setiap bulannya, saya heran mengapa ada pendebetan lagi (selain Rp 138.820) di tanggal 15 April pada saat saya melakukan migrasi. Pada saat itu saya bertekad untuk mencari tahu hingga tuntas mengapa hal ini terjadi dengan kembali datang ke XL Center Rawamangun.
Baru pada tanggal 6 Mei saya bisa datang ke XL Center dan menanyakan hal tersebut. Sekaligus membawa berkas-berkas lengkap tagihan XL dan tagihan kartu kredit mulai Desember 2008. Dan ternyata, menurut Customer Service XL Center berdasarkan data tersebut saya memiliki dua nomor yang ditagihkan ke autodebet kartu kredit.
Hal ini sangat aneh sekaligus mengagetkan bagi saya mengingat saya mendaftar Xplor hanya satu-satunya nomor 081919190770. Saya disarankan meminta keterangan dari bank kartu kredit untuk mencari tahu nomor HP tersebut.
Saya turuti saran tersebut meskipun sebenarnya saya sudah menduga bahwa pihak Citibank kemungkinan besar tidak memilikinya, kecuali program 1 bill yang mereka selenggarakan sendiri. Dan ternyata memang begitu adanya. Ini secara logika ibarat belanja di toko saja. Rincian tidak diketahui hanya total tagihan beserta keterangan merchant saja yang ada.
Saya kemudian menghubungi 817 dan dilayani oleh Sdr Nia. Namun, tidak dapat membantu saya sama sekali. Bahkan, ketika saya minta saran saya harus menghubungi siapa lagi di XL atau jalan apalagi yang harus saya tempuh pun dia tidak dapat menyarankan apa-apa.
Sungguh mengecewakan pelayanan Customer Service 817 yang sama sekali tidak
memberikan solusi. Berarti yang diinginkan XL mungkin jalan lebih tegas dalam suara publik. Dalam forum ini saya meminta klarifikasi pihak XL:
- Saya menduga ada human error dalam penginputan registrasi nomor baru XL dengan autodebet kartu kredit. Terdapat kemungkinan nomor kartu kredit saya ditumpangi oleh nomor lain entah sengaja atau tidak disengaja. Hal ini adalah sangat fatal, membahayakan, dan sangat tidak profesional.
- Saya menuntut kelebihan pembayaran saya sebesar Rp 373.807 dikembalikan. XL tidak berhak membebankan tagihan atas penggunaan nomor yang sama sekali tidak saya gunakan. Migrasi Xplor ke Pra Bayar XL saya harap tidak dijadikan alasan untuk tidak mendapatkannya.
Demikian agar dapat menjadi perhatian. Kepada khalayak pengguna jasa XL saya imbau agar tetap waspada dan teliti. Ada kemungkinan hal ini bukan hanya menimpa diri saya saja.
Luqmanulhakim
Jl. MH Thamrin No.5
Contact :
021-3441235, 021-32050315
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































