Hanya Meminta ANZ Mengakui dan Tidak Mengulangi

Suara Pembaca

Hanya Meminta ANZ Mengakui dan Tidak Mengulangi

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2009 16:04 WIB
Hanya Meminta ANZ Mengakui dan Tidak Mengulangi
Keluhan
Nama saya Heriyanto. Saya adalah pemilik rumah dengan nomor telepon 021 89134xxx dengan alamat Ujung Harapan No 45 Bekasi. Beberapa hari ini kami menerima teror yang mengatasnamakan lembaga keuangan ANZ.

Setiap hari seorang pria tanpa mau menyebutkan nama dan kantor dan beliau hanya menyebutkan adalah agen dari ANZ selalu menelepon kami dan memaksa kami untuk membayar cicilan dari pinjaman atas nama Bapak Halim. Ibu kami sudah pernah mengkonfirmasikan kepada Bapak yang menelepon kami tersebut kami bukanlah keluarga dari Bapak Halim. Telepon yang ditujukan salah sambung. Namun, sepertinya Bapak tersebut kurang mengerti apa yang kami katakan sehingga beliau terus menelepon kami setiap hari.

Sampai pada klimaksnya pada tanggal 16 April 2009 beliau menelepon pada pukul 22:30. Kebetulan saat itu saya sendiri yang menerima. Beliau meminta saya untuk membayar tagihannya dan mengucapkan kata-kata yang tidak akan diucapkan oleh orang yang berpendidikan.

Pertanyaan saya apakah lembaga keuangan yang begitu besar seperti ANZ mendidik karyawannya untuk berbicara seperti itu. Dan, juga apakah pihak ANZ tidak meng-cross check nomor telpon nasabahnya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan yang kami rasakan saat ini.

Saya sudah menghubungi Customer Service di nomor 021 5721900 diterima dengan baik oleh Bapak Gunawan pada tanggal 16 April pukul 22.40. Setelah saya menyampaikan masalah ini Bapak Gunawan kemudian mencatat nomor handphone (HP) saya dan meminta saya untuk menunggu sampai dengan hari Selasa tanggal 21 April 2009 untuk konfirmasinya.

Pada tanggal 20 April 2009 pukul 14.20 saya dihubungi oleh Bapak Arief dari ANZ dengan nomor telepon 021 57993618 yang mengaku sebagai Credit Officer. Kemudian beliau menanyakan kronologisnya dan beliau mengkonfirmasikan bahwa alamat peminjam adalah Ujung Harapan No 44. Sedangkan alamat kami adalah Ujung harapan No 45.

Di sini jelas bahwa pihak ANZ sudah salah alamat. Tidak lama berselang telepon diberikan kepada Bapak Purba. Beliau ini selaku Officer yang menghubungi saya. Beliau mengatakan tidak pernah bicara dengan saya dan merasa berbicara dengan seorang wanita. Padahal jelas-jelas saya yang menerima telepon tersebut. Ibu Karen pun ikut berbicara dengan nadanya yang menghakimi saya bahwa saya telah berbohong dikarenakan Ibu Karen itu kebih percaya dengan bawahannya.

Oleh karena tidak ada titik temu maka telepon pun dimatikan oleh pihak ANZ. Terlepas dari siapa yang menghubungi dan yang menerima telepon apakah dengan mudahnya pihak ANZ menelepon orang yang salah dan menghakimi. Ada apa dengan management ANZ sendiri. Terlihat jelas customer satisfaction bukan prioritas di perusahaan ini.

Akhirnya Pak Arief pun kembali menghubungi saya dan meminta saya untuk meluangkan waktu saya pukul 20:00 pada hari yang sama dikarenakan Bapak Purba akan datang ke kediaman saya untuk mengklarifikasi. Pada jam 19:40 Bapak Purba menelepon ke rumah saya dan menanyakan alamat saya. Namun, setelah saya tunggu sampai dengan pukul 22:00 beliau tidak kunjung datang.

Saya sempat bingung kok bisa bisanya pihak ANZ memberikan kredit kepada orang dengan tidak mensurvei tempatnya sehingga bagian kreditnya saja tidak tahu alamat kami. Padahal rumah kami hanya beda satu nomor dengan si peminjam seperti yang telah dikonfirmasikan dengan Bapak Arief. Maka dengan ini semakin terlihat jelas bahwa pihak ANZ tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini.

Saya tidak minta permohonan maaf atau apa pun. Saya hanya ingin klarifikasinya jika memang pihak ANZ membuat kesalahan dengan menelepon orang yang salah maka saya minta hanya kebesaran hatinya untuk mengakuinya dan tidak mengulanginya. Karena, teror telepon yang kita terima sudah sangat mengganggu privasi kami.

Saya berpengharapan baik bahwa masalah ini dapat diselesaikan secepatnya. Kepada para pengguna jasa lembaga keuangan agar lebih berhati-hati memilih lembaga mana yang akan digunakan. Saya saja yang tidak meminjam diteror apalagi yang meminjam. Terima kasih.

Heriyanto
Jl Ujung Harapan RT 008/006 Bekasi
hery_tham@yahoo.com
08561917788





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait