Keluhan
Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) merasa prihatin. Hampir dua dekade program penanggulangan AIDS di Indonesia ternyata tidak pernah ada upaya yang sungguh-sungguh bermakana di dalam CST (Care, Support, Treatment) bagi orang yang terinfeksi HIV.Obat ARV (Anti Retro Viral) yang sampai saat ini masih menjadi satu-satunya penunjang kehidupan orang terinfeksi HIV belum dianggap menjadi sesuatu hal yang penting di dalam rangkaian program penanggulangan AIDS. Masalah ketidaktersediaan dana dan ruwetnya alur mekanisme distribusi selalu terjadi berulang-ulang sehingga membuat orang terinfeksi HIV menjadi bingung, lelah, dan putus asa di dalam bertahan hidup di tengah HIV yang ada di dalam dirinya.
Peristiwa yang terjadi sekarang ini lebih memprihatinkan. Pengadaan obat ARV yang sangat dibutuhkan oleh orang terinfeksi HIV --mengingat sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang kekosongan obat, terpaksa tertahan akibat kurang sistematisnya mekanisme di Bea Cukai Bandara Sukarno Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JOTHI mendesak pemerintah agar sesegera mungkin mengeluarkan obat ARV yang tertahan di Bea Cukai Bandara dan juga menyempurnakan sistem pengadaan dan distribusi lebih baik ke depannya demi menyelamatkan nyawa anak-anak bangsa.
JOTHI juga mengajak masyarakat luas untuk ikut memikirkan permasalahan ini
bersama-sama sebab permasalahan AIDS di Indonesia tidak akan bisa diselesaikan tanpa pendekatan humanisme bagi orang yang telah terinfeksi HIV.
Β
Salam prihatin,
Aditya Wardhana
Policy Development & Advocacy Coordinator
Sekretariat Nasional JOTHI
Jl MH Thamrin Kav 9
Gd Menara Eksekutif Lt 7 Jakarta
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































