Konsultan Balaclava Mempermalukan Indonesia di Mata Orang Asing

Suara Pembaca

Konsultan Balaclava Mempermalukan Indonesia di Mata Orang Asing

- detikNews
Jumat, 27 Mar 2009 14:00 WIB
Konsultan Balaclava Mempermalukan Indonesia di Mata Orang Asing
Keluhan
Pada pertengahan bulan Februari 2009 lalu perusahaan kami mengadakan training teamwork di perkebunan kami di Kalimantan. Seperti kita semua tahu kalau mengadakan event pasti segala sesuatu dibahas, dibicarakan, bahkan perencanaan. Setelah training pun pasti kita bahas.

Meeting intensif dan perencanaan serta komunikasi tentang semua kebutuhan menjelang, saat, dan setelah training pun dibahas. Termasuk kebutuhan laporan training yang dibuatkan versi Bahasa Inggrisnya mengingat manajemen kami tidak dapat berbahasa Indonesia.

Training dilakukan dalam 5 batch. Setiap batch-nya berlangsung selama 2 hari
untuk sekitar 33 peserta. Satu bulan telah berlalu dari training yang kami adakan yaitu sejak 09 - 19 Februari 2009. Tanggal 20 Februari 2009 kami sudah berada di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Senin, 23 Februari 2009 pihak Balaclava meminta pembayaran tahap kedua. Kami bayarkan dalam minggu terakhir bulan Februari 2009. Dan, kami juga menagih laporan training dan semua dokumen selama training yang dijanjikannya.

Pertengahan bulan Maret 2009 saya meminta laporan dari Balaclava. Ringkasannya saja untuk dipresentasikan ke CEO. Saya diberikan data nilai kelompok peserta training dan evaluasi training yang saya sudah dapatkan setiap selesai batch. Tanpa analisa dan tanpa penjelasan.

Intinya, selama proses pembayaran, pihak Balaclava selalu menghubungi saya menanyakan pembayaran. Ketika saya meminta laporan diperbaiki dan dokumen training diserahkan, sampai hari Rabu, 25 Maret 2009 belum ada apa-apa yang saya terima kembali selain salinan flipchart milik kelompok yang itu pun masih kurang.

Tidak profesionalnya pihak Balaclava tidak hanya berhenti sampai masalah laporan. Tetapi, juga janji-janji manis yang diberikan. Tidak ada satu pun yang terbukti.

Selasa, 24 Maret 2009 saya menghubungi Bapak Benny dari Balaclava untuk bertemu hari Rabu, 25 Maret 2009 pukul 10.00 WIB. Dan, pukul 09.30 WIB Bapak Benny mengirimkan SMS ke saya yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak dapat menemui saya karena harus mengambil dokumen yang saya minta di Bogor. Baru bisa bertemu saya pukul 15.00.

Saat itu juga saya menghubungi yang bersangkutan ke handphone-nya, dan yang bersangkutan mengatakan kalau dia sedang dalam perjalanan mengambil dokumen tersebut di salah satu pemandu kelompok di Bogor dan berjanji akan ke kantor saya jam 15.00. Beliau juga mengatakan akan mengirim orang untuk memberikan flipchart-nya ke saya secepatnya. Saat itu jam 10 pagi. Usut punya usut, ternyata Bapak Benny menemui pemandu kelompok tersebut di UI Depok, pukul 14.30.

Betapa kecewanya saya untuk yang ke sekian kali. Ketika saya hubungi pukul 15.00 Bapak Benny mengatakan bahwa beliau tidak dapat menemui saya karena sudah ada janji dengan orang lain. Otomatis saya langsung berpikir, "apa-apaan ni?" Janjinya sama saya tadi pagi saja tidak dipenuhi. Kemudian me-reschedule janjinya sendiri jam 15.00 yang juga ternyata tidak dipenuhi.

Sampai pukul 16.29 orang yang dikirimnya tidak datang juga. Sangat tidak profesional dan mempermalukan bangsa Indonesia di mata orang asing. Khususnya dengan kinerjanya yang seperti ini. Satu hal lagi, bahkan Bapak Benny ini menyampaikan kepada timnya bahwa perusahaan kami belum memberikan bayaran tahap kedua sehingga timnya belum mendapatkan fee penuh.

Eka N
Menara Global Jakarta
ekan@agroholdings-id.com
021-52892260





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads