Blue Bird di Saat Hujan

Suara Pembaca

Blue Bird di Saat Hujan

- detikNews
Jumat, 06 Mar 2009 15:01 WIB
Blue Bird di Saat Hujan
Keluhan
Saya memesan Blue Bird pada tanggal 5 Maret 2009. Saat itu cuaca sudah menampakkan tanda-tanda hendak turun hujan besar sehingga saya memutuskan untuk memesan taksi pada jam 14:30 untuk jam 17:00 di Menara Jamsostek Jl Jenderal Gatot Subroto. Dengan harapan waktu yang cukup panjang ini dapat memberikan waktu bagi pihak Blue Bird untuk mencarikan taksi bagi saya

Saya harus pulang cepat untuk menemui dokter (saya baru saja selesai operasi sehingga harus kontrol dengan ketat). Namun, sampai pukul 17:00 taksi yang diminta tidak juga datang dan ketika diklarifikasi kepada pihak Blue Bird dengan entengnya pihak Blue Bird menjawab, "maaf, Pak, taksinya belum ada nanti akan kami carikan lagi, karena hujan".

Saya mempertanyakan bahwa saya sudah memesan jauh-jauh waktu untuk menghindari hal seperti ini. Lalu jawaban yang diberikan adalah, "pesanan baru diudarakan setengah jam sebelum waktunya." Akibatnya saya menjadi kehilangan kesempatan untuk menemui dokter saya dan harus mengatur jadwalnya lagi, dan berakibat yang cukup tidak mengenakkan pada kesehatan saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini bukan kali pertama saya mengalami hal seperti ini di musim hujan oleh Blue Bird. Dahulu, ketika kali pertama saya mengalaminya, saya ditelepon oleh seorang Duty Manager yang menjanjikan akan membawa isu ini kepada pihak manajemen untuk ditindaklanjuti dan diperbaiki. Namun, sampai hari ini, tidak ada 'perubahan sama sekali' dalam kebijakan pihak manajamen untuk menangangi permasalahan banjir di Jakarta.

Banjir di Jakarta masih merupakan suatu fenomena yang bisa dikatakan fixed
(merupakan keniscayaan). Menggunakan alasan banjir untuk permasalahan seperti ini sungguh sangat tidak profesional. Apalagi kebijakan untuk mengudarakan order setengah jam sebelum pesanan 'di saat hujan' merupakan kebijakan yang 'sangat tidak masuk akal'.

Hal ini sungguh sangat ironis. Apabila kita menaiki taksi Blue Bird dan membaca majalah Mutiara Biru yang hanya sibuk terus-terusan mengagung-agungkan kesuksesan dan keberhasilan Blue Bird. Padahal di satu pihak ada permasalahan klasik yang sampai saat ini masih belum diselesaikan dengan baik oleh pihak Manajemen.

Saya tidak bisa menyalahkan pihak-pihak operasional yang ada di lapangan karena sepertinya ini lebih kepada permasalahan di tingkat manajemen yang tidak peka untuk menyiasati permasalahan seperti ini.

Arman Furqon
Jl Limo Kompleks Antam IV/5A Jakarta
arman.furqon@holcim.com
08122367167



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads