Keluhan
Sesuai dengan keputusan Gubernur DKI bahwa tarif angkutan diturunkan Rp 500 sejalan dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Walau penurunannya hanya sedikit sekali itu sedikit melegakan karena sistem transportasi yang amburadul di Jakarta membuat pengeluaran untuk biaya transport sangat mahal. Untuk pergi ke suatu tempat yang tidak terlalu jauh harus ganti bus atau angkot beberapa kali. Sangat tidak masuk akal jika Organda menolak penurunan tarif. Kami sebagai konsumen sering membayar lebih karena kondektur bus atau angkot tidak punya uang kecil untuk kembalian. Saya sering mengalami hal ini dalam taksi. Selalu terjadi pembulatan ke atas.
Bagaimana dengan pengelola taksi di Jakarta? Kenapa waktu BBM naik dengan cepat berlomba-loma menaikkan tarif. Tetapi, waktu BBM turun bahkan sampai 3 kali perusahaan taksi pura-pura tidak tahu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel
Jeruk Manis III/17 Duri Kepa Jakarta
calltoglory@gmail.com
08561121123
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































