Sering Terjadi "Kasus Jatuh di Tempat Biasa" di Sarinah

Suara Pembaca

Sering Terjadi "Kasus Jatuh di Tempat Biasa" di Sarinah

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2009 19:25 WIB
Sering Terjadi Kasus Jatuh di Tempat Biasa di Sarinah
Keluhan
Pada Selasa, 12 Januari 2008 saya terjatuh di dalam area Gedung Sarinah. Kala itu saya ingin menuju lift yang menghubungkan lantai satu dengan  lantai-lantai di bawahnya (lift yang berada dekat klinik dan dekat ATM).

Lift tersebut berada di dalam selasar yang berpintu. Untuk menuju lift itu tentunya kita harus melewati pintu. Sayangnya, persis di garis batas pintu, terdapat beda tinggi lantai yang lumayan tinggi, sekitar 20 cm.

Bagi orang-orang yang baru pertama kali memasuki daerah itu tentunya tidak akan menyadari bila persis di bawah ambang pintu ada beda tinggi lantai. Menurut cara mendesain bangunan yang benar bila memang ada beda tinggi lantai seharusnya di depan pintu di beri bordes dulu. Jangan langsung turun begitu rupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil mendorong pintu, dengan yakinnya saya melangkah tanpa menyadari adanya turunan. Walhasil kaki kanan saya terpleset dan terplintir. Sementara kaki kiri saya masih melayang melangkah belum menapak lantai. Badan saya limbung dan jatuh ke depan.

Saya sempat syok dan hampir pingsan. Butuh waktu agak lama bagi saya untuk menyadari apa yang terjadi. Orang-orang yang kebetulan berada di sekitar membantu saya menuju klinik yang tidak jauh dari sana.

Dari orang-orang tersebut saya  mendengar, kasus semacam saya sudah sering terjadi. Bahkan ketika orang-orang membawa saya ke klinik, tanpa memberi penjelasan, sang dokter langsung bisa menerka, "Jatuh di tempat biasa? di pintu dekat lift?" Ternyata kasus ini sudah sering pula ditemui oleh sang dokter.

Kedua lutut dan pergelangan kaki kanan saya cedera. Saat itu saya masih  bisa berjalan. Klinik memberikan balsam pada cedera saya. Saya kembali  ke kantor untuk bekerja. Namun, makin lama pergelangan kaki saya makin  sakit dan membengkak sebesar bola tenis. Kaki saya tidak bisa lagi untuk  menapak dan menyangga tubuh. Kedua lutut dan tangan saya membiru.

Akhirnya saya kembali berobat ke RSCM. Menurut hasil rontgen pergelangan kaki saya mengalami Soft Tissue swelling di sekitar maleolus lateral. Jaringan lunaknya bergeser. Dokter meng-gips cedera saya dan selama dua minggu saya harus mengistirahatkan kaki saya.

Atas kejadian ini saya merasa amat dirugikan. Saya tidak bisa bekerja. Saya tidak bisa beraktivitas. Kehidupan saya terganggu. Bahkan untuk ke  kamar mandi pun sulit. Saya kesal dan amat dirugikan.

Menurut orang-orang dan dokter klinik di Gedung Sarinah kasus semacam
saya bukan pertama kalinya terjadi. Mengapa tidak ada perhatian dari pengelola Gedung Sarinah? Bila memang ada beda tinggi lantai seharusnya di depan pintu diberi bordes dulu. Jangan langsung turun begitu rupa.

Pihak pengelola Gedung Sarinah harus bertanggung jawab atas keselamatan  para kastemernya. Semoga saya merupakan korban terakhir dari turunan tersebut. Terima kasih.

Suci Mayang Sari
The Indonesian Institute
JL Wahid Hasyim 194 Jakarta Pusat
sucimayang@yahoo.com



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait