Standard Chartered Beri Tagihan yang Bukan Pamakaian

Suara Pembaca

Standard Chartered Beri Tagihan yang Bukan Pamakaian

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2009 15:28 WIB
Standard Chartered Beri Tagihan yang Bukan Pamakaian
Keluhan
Pada tanggal 14 Oktober 2008 pukul 10.00 saya ditelepon oleh Customer Service
(CS) Standard Chartered Bank. Dia mengatakan bahwa kartu kredit saya nomor 5443 0400 1539 xxxx ada indikasi pemalsuan.

Setelah saya desak CS tersebut mengatakan bahwa telah ada pengambilan uang secara tunai di Rusia. Sedangkan saya dan kartu kredit tambahan yang dipegang adik saya jelas-jelas berada di Malang Jawa Timur. Bukan di Rusia. Jadi, kartu kredit saya telah dipalsukan di negara tersebut. Dan CS tersebut mengatakan bahwa akan diadakan investigasi.

Selama masa investigasi bukan berita baik yang saya terima. Tapi, tagihan dan telepon yang tidak sopan dari Debt Collector Standard Chartered Bank dari Sdri Ane. Begitu dia menyebutkan namanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian saya telepon ke CS dia mengatakan bahwa memang saya tidak perlu bayar karena masih dilakukan investigasi. Tak lama kemudian Debt Collector tersebut menelepon lagi dan menagih transaksi yang dilakukan di Rusia.

Salahnya debt collector tersebut mengatakan dia belum menerima konfirmasi dari CS dan meminta saya untuk menghubungkan dengan CS. Walah, bank sebesar Standard Chartered tidak mempunyai kesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lain.

Dan, hasil yang sangat mengerikan adalah kemarin. Saya mendapat surat teraneh yang ditandatangani oleh Bertha E Siagian, Head of Customer Service Management. Dia mengatakan dalam suratnya bahwa keberatan saya ditolak dan saya harus membayar transaksi pengambilan tunai yang tidak saya lakukan di Rusia sebesar 13,000 Russian Ruble. Atau sekitar Rp 5,000,000 dengan bunganya sampai tiga bulan menjadi Rp 6,100,000 plus biaya administrasi 2 kali Rp 25,000.

Sampai kapan pun saya tidak akan membayar walau hanya Rp 1. Lebih baik saya teruskan masalah ini menjadi masalah hukum. Transaksi ini dilakukan di Rusia. Sementara saya berada di Indonesia. Kenapa saya yang harus bayar?

Bukankah ini adalah karena lemahnya sistem dari Standard Chartered? Yang mudah dipalsukan dan dibobol? Kenapa customer yang harus menjadi korban? Bagaimana perlindungan terhadap customer?

Saya menjadi pemegang kartu kredit Standard Chartered selama tiga tahun. Saya juga pemegang kartu kredit Citibank enam tahun. Belum pernah sekali pun saya menunggak dalam pembayaran semua kartu kredit di atas.

Fishta Fidiana
RT Suryo Malang
fahrul1712@yahoo.com
081805060975



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait