Tambah Satu Juta Check-in di Korean Air Soekarno Hatta

Suara Pembaca

Tambah Satu Juta Check-in di Korean Air Soekarno Hatta

- detikNews
Selasa, 13 Jan 2009 12:09 WIB
Tambah Satu Juta Check-in di Korean Air Soekarno Hatta
Keluhan
Pada hari Senin tanggal 29 Desember 2008 kami berempat (Hilman, Syafi, Febrianto, dan Cholid) akan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta (SH) menuju Bandara Incheon (Korea Selatan) dengan menggunakan pesawat Korea Air (KE 628) yang melakukan kerja sama dengan Garuda Indonesia (Tiket Garuda). Kami sudah memiliki tiket bolak balik Incheon – SH – Incheon, karena kami pulang ke Indonesia dalam rangka cuti kerja dan sekaligus berganti status visa dari D-12 menjadi E-9 yang telah kami dapatkan dari Kedutaan Korea di Jakarta.

Saat akan check in di Bandara SH kami ditanya oleh petugas check in di loket Korean Air bernama Bapak Ketut (kami melihat nama dari name tag petugas tersebut). Bapak Ketut menanyakan kartu resident D-12 kami di Korea.

Kami sudah menjelaskan bahwa kami di sini dalam rangka cuti dan perubahan status visa dari D-12 menjadi E-9. Sehingga kartu resident kami yang D-12 otomatis sudah diberikan ke pihak Immigrasi Korea saat kami akan pulang di Bandara Incheon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bapak Ketut mengatakan bahwa kalau kami tidak memiliki bukti resident tersebut maka kami tidak bisa berangkat ke Korea. Sesaat kami bingung karena tidak memiliki bukti tersebut. Kami disuruh menunggu karena beliau mengatakan akan mencoba menghubungi atasannya untuk konfirmasi apakah kami bisa berangkat atau tidak. Kemudian kami disuruh menunggu di tempat duduk yang berlokasi di dekat tempat loket bebas fiskal.

Tidak lama kemudian Bapak Ketut datang menemui kami, dan mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah ini, kami harus menyediakan uang sebesar 1,5 juta. Kami mengatakan bahwa kami harus berdiskusi dulu dan akhirnya kami dalam keadaan "tidak tahu akan hal ini atau terpaksa" mencoba bernegosiasi agar kami tidak dikenakan biaya 1,5 juta. Tetapi, cukup 1 juta saja.

Kemudian dia memberikan nomor handphone (HP) 021 68803XXX kepada kami agar kami bisa mengubungi beliau dan mengatakan tidak apa-apa membayar 1 juta karena dia "kasihan" kalau kami tidak bisa berangkat ke Korea untuk bekerja.

Akhirnya kami menelepon beliau dan mendatangi loket check in untuk memberikan uang tersebut. Anehnya beliau mengatakan tolong uang tersebut diselipkan ke dalam passport agar tidak kelihatan. Setelah kami memberikan uang tersebut beliau baru memberikan boarding pass kepada kami.

Kami tidak tahu ke mana kami harus mengadu. Dalam hal ini juga kami juga takut kalau kami tidak bisa berangkat ke Korea. Kami mohon penjelasan dari Korean Air. Apakah memang saat check-in kami harus memberikan bukti residen kami di Korea yang dulu (padahal itu sangat tidak mungkin karena sudah diberikan di Immigrasi Incheon saat kami pulang ke Indonesia).

Kami merasa sangat dirugikan dan merasa kami diperas oleh oknum-oknum di SH yang ingin memanfaatkan ketidaktahuan kami sebagai TKI di Korea.

Muhammad Syafi
Korean Berald Co Ltd, Embong Asan
koriaseoul@ymail.com
+82 108098 1583



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait