Keluhan
Saya adalah mantan pemilik kartu Citibank Telkomsel Card dengan nomor 4541 7910 xxxx xxxx, exp date Januari 2011 atas nama H Pramitasari. Karena sesuatu hal saya berniat untuk menutup kartu tersebut. Pada tanggal 27 November 2008 saya melakukan pelunasan seluruh tagihan beserta bunganya juga bea materai dan biaya Administrasi untuk pembayaran melalui ATM BCA. Total yang saya transfer Rp 2,410,000 (sudah saya lebihkan untuk bea materai dan biaya administrasi dari total tagihan plus bunga sejumlah 2,391,541).
Tanggal 28 November 2008 saya hubungi Call Center Bagian Penutupan kartu untuk melakukan penutupan kartu Citibank Telkomsel Card saya. Officer yang melayani saya, Bapak Timothy, memberikan info bahwa per jam 8.20 pagi (saat saya menelepon) 28 November 2008 kartu saya sudah benar-benar tutup. Tidak akan ada tagihan apa pun lagi karena saya sudah melunasi semuanya termasuk bea materai dan administrasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, alangkah terkejutnya saya ketika awal Desember 2008 lalu saya menerima tagihan bunga sejumlah 126 ribu atas kartu saya yang sudah ditutup. Saya kesal sekali karena bagaimana mungkin Citibank mengenakan bunga atas kartu yang statusnya sudah tidak aktif dan tutup?
Saya lalu menghubungi Call Center dan dijanjikan untuk membuatkan memo ke Bagian Penutupan kartu untuk mengahapus tagihan tersebut. Customer Service tersebut juga menjanjikan bulan depan saya tidak akan menerima lembar tagihan lagi.
Saya pikir masalahnya sudah selesai. Tapi, apa yang terjadi? Awal januari tepatnya pada tanggal 6 Januari 2009 saya masih menerima tagihan lagi. Kali ini lebih parah karena saya diharuskan membayar tagihan dan "bunga" beserta denda keterlambatan pembayaran sebesar 35 ribu dan bunga baru sejumlah 12,465. Total tagihan menjadi 175,000.
Saya benar-benar emosi saat mendapat lembar tagihan itu. Saya hubungi lagi Citibank Call Center dan dari Saudara Daniel pada pukul 20.00 saya mendapat keterangan bahwa masalah ini terjadi akibat kelalaian bagian penutupan kartu yang hanya menutup kartu Citibank Telkomsel saya tanpa menutup sistem billing kartu saya. Akhirnya tagihannya tetap tercetak otomatis dan masih dikenakan bunga.
Dia berjanji untuk membuat memo lagi ke Bagian Penutupan kartu untuk menutup sistem billing atas kartu saya dan menghapus tagihan saya karena memang status kartu saya sudah tutup dan tidak aktif.
Saya coba hubungi lagi Call Center Citibank pada tanggal 8 Januari. Berdasarkan memo itu Customer Service yang melayani saya, Sdri Juanita, menghubungi bagian penutupan kartu untuk menonaktifkan sistem billing atas kartu saya dan menghapus tagihanย saya. Dia juga meminta maaf atas kelalaian rekannya di Bagian Penutupan kartu yang telah menyebabkan masalah yang saya hadapi ini.
Saya berpikir masalahnya sudah benar-benar selesai. Anggapan saya ternyata keliru besar karena pada tanggal 8 Januari malam saya malah mendapat surat dari Card Collection (Debt Collector Citibank) untuk melunasi "bunga" saya. Bagaimana mungkin saya melunasi bunga yang bukan tanggung jawab saya? Status kartu saya sudah lama tidak aktif dan kartu saya sudah tertutup sejak 28 November 2008.
Saya tidak akan pernah melakukan pembayaran atas bunga tidak jelas yang ditagihkan Citibank. Toh, pihak Call Center Citibank pun sudah mengakui bunga itu terjadi akibat kelalaian bagian penutupan kartu. Mengapa kini saya sebagai mantan konsumen yang dirugikan? Kenapa tidak ada koordinasi antara Call Center dengan Card Collection? Padahal Citiphone Officer telah memastikan katanya di sistem tagihan saya sudah dihapus dan sistem biliing kartu saya sudah tidak diaktifkan lagi. Sudah di-closed.
Saya benar-benar kecewa, capek, dan lelah mengurusi masalah ini sejak 2 bulan lalu. Saya hanya berharap masalah ini cepat selesai. Saya juga berharap Citibank tahu bahwa ada konsumen yang telah dirugikan akibat kelalaian pegawainya. Terima kasih.
Herninta Pramitasari
BSD Sektor 12
Kompleks Kencana Loka Blok A6 No 23 A
Tangerang
herninta.pramitasari@gmail.com
7565377/ 57951569-70
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































