Baiknya "One Stop Solution" Ada di RSP Pertamina

Suara Pembaca

Baiknya "One Stop Solution" Ada di RSP Pertamina

- detikNews
Kamis, 11 Des 2008 18:50 WIB
Baiknya One Stop Solution Ada di RSP Pertamina
Keluhan
Setelah dirawat selama 4 hari di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) tanggal 21 November 2008 saya diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat. Saya ditemani adik segera mengurus administrasi agar bisa segera pulang.

Sebagai "bekal" untuk ke kasir saya diberikan Rincian Biaya Perawatan yang sama sekali tidak rinci. Yang ada dalam lembar "rincian" tersebut hanya memuat total atas biaya dan nomor kamar, biaya kunjungan dan tindakan dokter, biaya obat dan alat kesehatan, biaya lab, dan biaya administrasi. Β 

Petugas adminstrasi mengatakan bahwa saya harus melunasi seluruh biaya tersebut sebelum mereka dapat memberikan rincian biaya yang benar-benar rinci. Khususnya jumlah dan jenis obat yang diberikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tidak setuju saya mengalah dan menuju kasir di lt 1 untuk membayar (letak kasir cukup jauh dari lift dan saya dirawat di lt 7) dan segera kembali untuk memperoleh rincian biaya yang benar-benar rinci.

Setelah saya menerima rincian biaya tersebut saya mendapati ada ketidaksesuaian (ada obat dan alat yang tidak pernah saya konsumsi dan pakai). Saya meminta untuk diperbaiki.

Di luar dugaan saya, perawat yang bertugas di counter administrasi tersebut seolah-oleh "menginterogasi" saya. Padahal dengan jelas sudah saya katakan bahwa tidak pernah ada tindakan inhalasi untuk saya (gimana mau inhalasi peralatannya saja tidak tersedia di kamar rawat saya kok).

Di sinilah ternyata awal dari perlakuan tidak menyenangkan yang saya terima dari perawat tersebut. Dengan alasan petugas administrasi sedang makan siang perawat tersebut menyuruh (bukan meminta) saya menunggu. Saat saya menolak, hal "ajaib" lain yang ditawarkan adalah kembali lagi untuk mengambil kelebihan pembayaran (haahh?).

Setelah saya ngotot meminta penyelesaian segera dan --mohon maaf, sempat membentak, perawat tersebut baru bereaksi. Selama saya berhadapan dengan perawat tersebut tidak ada satu orang pun yang keluar untuk memberikan solusi atau bantuan. Seolah-olah semua orang menjadi sibuk dengan urusannya.

Setelah melalui proses yang sangat tidak menyenangkan selesailah sudah proses administrasi tersebut dan saya disuruh kembali ke kasir untuk mengambil kelebihan uang. Tentu saja saya tidak mau karena sejak awal saya sudah minta rincian yang rinci. Maksudnya adalah untuk menghindari hal-hal seperti ini sehingga saya minta mereka mengurusnya untuk saya. Β 

Mungkin karena melihat air muka saya sudah tidak dapat ditawar lagi akhirnya petugas administrasi yang tidak mau memberikan rincian yang rinci tersebut yang turun untuk mengurusnya dan mengembalikan uang yang tidak seberapa itu.

Sungguh, bukan uang yang menjadi fokus saya. Tapi, sama sekali saya tidak menemukan empati dalam pelayanan yang diberikan kepada pasien. Baik dari nada bicara, pandangan mata, maupun air muka perawat tersebut. Atau pelayanan seperti itu hanya berlaku untuk para pasien yang tidak dirawat di kelas I (seperti yang saya mau tapi pada tanggal 18 kelas I penuh semua sehingga saya mengalah untuk dirawat di kelas II).

Sungguh ironis. Dengan kampanye kesehatan dan pelayanan kesehatan yang digembar-gemborkan Departemen Kesehatan. Pengalaman ini menyadarkan saya bagaimana mungkin orang kecil dan tidak punya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Sedangkan orang yang punya duit dan bisa bayar saja juga tidak dianggap.

Apakah memang benar kalau pasien baru bisa mendapatkan Rincian Biaya Pasien setelah melunasi seluruh biaya? Sangat tidak efisien sekali sistem yang diterapkan. Padahal kalau Manajemen RS mau enak libatkan pasien dalam rincian biaya sejak awal dengan meminta tanda tangan atau persetujuan pasien pada setiap tindakan dan/atau obat yang digunakan sehingga kontrol dilakukan oleh kedua belah pihak sejak awal. Β 

Tidak seperti saya yang sampai harus diperiksa kembali di kamar rawat (#751) untuk meyakinkan bahwa tidak ada peralatan inhalasi yang terpasang di sana.Β  Mohon kepada bapak-bapak petinggi RSPP untuk membenahi kembali manajemen pelayanan terhadap pasien dan pelanggan anda.

Ada baiknya membuat sistem "one stop solution" sehingga pasien dan/atau keluarganya tidak perlu bolak-balik hanya untuk membayar dan menerima rincian biaya. Terima kasih atas perhatiannya.

Nelly Mathias
Jl Tembakau Raya No 22
Kalibata Timur Jakarta Selatan
nelly.t.mathias@gmail.com
08569892250



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads