Hati-hati Daging Ilegal (Glonggongan)

Suara Pembaca

Hati-hati Daging Ilegal (Glonggongan)

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2008 12:05 WIB
Hati-hati Daging Ilegal (Glonggongan)
Keluhan
Patut kiranya kita memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Semarang melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang belum lama ini melakukan razia daging ilegal di sejumlah pasar tradisional di kota Semarang. Tidak tanggung-tanggung. Sedikitnya 2,25 kuintal daging illegal dan 6,2 kuintal daging basah (glonggongan) terjaring pada razia tersebut.

Terlepas dari kuantitas hasil razia daging illegal merupakan daging yang diperoleh dari sumber yang tidak jelas, pemotongan hewan di luar Rumah Potong Hewan (RPH) atau di luar tempat pemotongan yang telah ditetapkan pemerintah (pihak berwenang), sehingga masih diragukan higiene daging (meat higyene) dan keamanan pangan (food safety) dari daging tersebut.

Lebih-lebih jika berbicara kehalalan dan ke'thayyiban'nya. Dipastikan masih abu-abu. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian tersendiri bagi konsumen yang beragama Islam. Alih-alih membeli daging bisa jadi daging tersebut dipotong tidak sesuai syariat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang diakui, kenyataan di lapangan keamanan pangan masih menjadi bukan prioritas utama. Masyarakat masih saja melihat nominal harga ketimbang keselamatan kesehatannya. Padahal ketidakhati-hatian dalam mengkonsumsi pangan dapat berakibat fatal dan menyebabkan sakit.

Penyakit yang ditularkan akibat mengkonsumsi bahan pangan disebut food borne disease. Gejala penyakit yang ditimbulkannya sangat bervariasi mulai dari mual, muntah, demam, diare, dan lainnya. Β 

Dengan demikian, razia daging ilegal adalah salah satu langkah kongkret pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat veteriner. Upaya ini sebaiknya terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi urusan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner di setiap daerah.

Semoga upaya dari pemerintah kota Semarang dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain yang secara kontinyu (terus menerus) dilakukan. Bukan hanya sebatas seremonia belaka menjelang Hari Raya Idul Adha atau hari-hari besar keagamaan. Semoga!

Iwan Berri Prima SKH
Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FKH-IPB
Pondok Hatori Desa Cibanteng
Kecamatan Ciampea Bogor
berry_vetipb@yahoo.com
0251620536


Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads