Surat Lunas, Tunggakan, dan Preman ABN AMRO

Suara Pembaca

Surat Lunas, Tunggakan, dan Preman ABN AMRO

- detikNews
Rabu, 19 Nov 2008 11:38 WIB
Surat Lunas, Tunggakan, dan Preman ABN AMRO
Keluhan
Saya adalah bekas pemegang kartu kredit ABN AMRO Gold Master NO 5120 2122 5107 6241, yang sudah saya lunasi pada tanggal 27 November 2006, diambil oleh Bapak Rozak nomor handphone (HP) 08176025655. Setelah melakukan pembayaran saya minta bukti lunas ke ABN AMRO. Namun, selalu dijawab sedang dalam proses dan selalu disuruh menunggu.

Sampai saat ini surat pelunasan tidak pernah kunjung datang. Bahkan yang datang malahan preman-preman suruhan ABN AMRO tanpa surat kuasa atau tugas yang selalu mendatangi rumah saya dengan alasan saya masih ada pinjaman di ABN AMRO. Saya sudah berkali-kali komplain ke layanan service maupun bertanya ke ABN AMRO namun tidak ada penyelesaian.

Bulan Juni 2008Ā  ada preman datang lagi ke rumah saya. Kemudian saya komplain lagi dan dicatat dengan nomoe pengaduan R0042XK diterima Sdr Reni. Oernah juga diterima Sdr mubin, Sdr Ninta (saya ga tahu apakah nama samaran atau nama sebenarnya). Pernah kirim email terus ditanggapi Saudara Ferry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka semua menaggapi hanya minta cerita ulang dan menanyakan data tanpa ada penyelesaian. Mereka hanya janji-janji akan menyelesaikan. Tanpa ada niat baik sedikit pun. Soalnya sejak tahun 2007 setiap 3 bulan sekali datang penagih/ preman yang berlainan. Ini berlangsung sampai saat ini.

Selain kartu kredit ABN AMRO saya punya rekening KTA No 3603262184, yang sudah saya lunasi tanggal 31 Maret 2006, diambil Saudara Maruli Tua nomor HPĀ  081314362334, dan di-handle orang kantornya bernama: Rikie, Andin, Ruli (nama sebenarnya atau palsu juga gak tahu). Mereka menyuruh Maruli untuk mengambil uangnya. Ketika ditanyakan bukti lunas mereka juga tidak langsung memberikan. Namun, selalu bilang proses dan menunggu.

Setelah sekian lama maka yang datang lagi preman-preman ke rumah saya. Terakhir kemarin hari Minggu tanggal 16 November 2008 dua preman datang ke rumah saya untuk menagih hutang yang sudah saya bayar di tahun 2006.

Apakah ABN AMRO mencari keuntungan dengan cara-cara seperti ini? Sekarang siapa yang menjamin nasabah kalau ada karyawan ABN AMRO yang menilep uang nasabah yang menurut ABN AMRO bermasalah. Karena ABN AMRO tahu nasabah jarang yang menyimpan data-data cicilannya secara detail.

Jadi, setelah sekian lama ABN AMRO berusaha menagih hutang yang sudah lunas yang tadinya tidak segera di berikan surat tanda lunas.Ā  Sekarang mana bukti dari ucapan Saudara Ferry, Sdr Ninta, yang katanya sudah mengirimkan bukti lunas tapi tidak sampai alamat? mereka bisa mengirimkan preman-preman dan tahu alamat saya. Kenapa kalau surat alasannya tidak tahu alamat saya. Padahal Sdr Ferry sudah tanya detail alamat rumah saya.
Ā 
Katanya sudah dikirim surat pelunasan. Tapi, kalau saya cek lewat telepon apakah ada tunggakan pinjaman atas nama saya di sistemnya dijawab sama petugas layanan masih ada tunggakan. Jadi, bagaimana mungkin masih ada tunggakan di catatan kok mereka mengirim bukti lunas?

Saya mohon penjelasan dan penyelesaian dari ABN AMRO. Karena preman-preman yang datang ke rumah saya sangat mengganggu ketenangan keluarga saya. Tolong ditanggapi kalau memang ABN AMRO memang punya iktikad baik terhadab nasabahnya.

Sam Yuastana
Jl Permata 1 No 5 Bekasi Bekasi selatan 17148
yuastana@yahoo.com
081585954549



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads