Keluhan
Saya sebagai pengguna jalan sangat kecewa terhadap perilaku Polisi Lalu Lintas (Poltas) di jalan. Dua kali saya melihat dengan mata kepala sendiri dan sekali mengalaminya.Pagi itu sekitar jam 06.45 di perempatan Pucang Gading ada sekitar 4 polisi. Polisi di tengah mengatur jalanya lalu lintas dan yang lain berada di pinggir (dan memang di sana lalu lintanya padet banget).
Saat lampu merah saya berhenti. Kemudian polisi yang tengah melambai-lambaikan tangannya tanda untuk jalan. Padahal lampu masih merah. Karena aba-aba itu saya beserta 3 pengendara motor lainya langsung jalan, sebab kami juga diburu waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam pos sudah ada petugas yang menunggu dan menerima surat-surat kami (SIM, STNK) yang sebelumnya diminta di luar. Kami bertiga ditilang dengan alasan melanggar lampu merah dan berhenti di tengah jalan. Spontan kami bertiga protes sebab tadi kami berhenti dan polisi yang di tengah mengasih aba-aba maju.
Namun, polisi itu tak mau tau dan tetap menilang kami walaupun surat-surat kami lengkap. "Wah ini Jebakan," pikir saya, karena ternyata saat kami keluar pos sudah ada 2 orang yang mengalami nasib persis seperti yang saya dan 3 pengendara lain alami.
Kemudian terbersik dalam ingatan saya tentang insentif Rp 10,000 per surat tilang. "Wah, lumyan juga klo sehari dapet 20 surat tilang dah 200,000 belum lagi yang 'nego di tempat' gumam saya.
Kepada oknum poltas jangan jadikan kami para pengguna jalan sebagi ajang mencari 'sabetan'. Meskipun mungkin hanya segelintir oknum. Namun, hal itu sudah merusak citra poltas di mata saya.
Ahmad Qosim
Mranggen Demak
azkazulfa@yahoo.com
085290121016
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































