Keluhan
Pada tanggal 2 November 2008 pagi jam 9 saya akan berangkat dengan pesawat Malaysia Airlines dari Medan menuju Kuala Lumpur untuk transit dan seterusnya pada jam 15 waktu setempat juga dengan Malaysia Airlines menuju Taipei Taiwan. Tetapi, setelah mendekati waktu keberangkatan sekitar jam 8:40 pagi tiba-tiba operator mengumumkan bahwa pesawat yang kami tunggu sedari tadi dibatalkan keberangkatannya tanpa alasan yang jelas.Seluruh penumpang yang akan berangkat pada pagi itu disuruh menghubungi check in counter dan menyerahkan kembali boarding pass (tiket keberangkatan). Setelah itu semua kami lakukan yang kami dapati hanyalah, "ini bagasi Bapak." Dan, setelah kami bertanya jadi kapan berangkatnya barulah pihak maskapai menyatakan tunggu yang jam 15:30 siang!
Saya kaget betul mendengar jawaban dari pihak maskapai yang begitu simpel. Seolah tidak merasa bersalah sedikit pun (karena ada seorang penumpang yang mungkin dari luar kota Medan bertanya, "kami harus nunggu di mana, masa tidak ada konpensasi untuk makan di lounge airport?" Dijawab mereka, "tidak ada, Pak. Bapak bisa duduk di ruang tunggu atas, kan banyak kursinya".
Lantas saya pun terus bertanya, "jadi transit saya ke Taipei baigimana?" Lalu dijawabnya, "akan kami operkan ke pesawat yang lain. Bapak tenang deh."
"Sorry," saya menjawab. "Setahu saya pesawat yang menuju Taipei dari Kuala Lumpur tidak pernah ada jadwal setelah jam 16 sore. Sedangkan kalau berangkat dari Medan jam 15:30 berarti jam 17:30 baru sampai ke Kuala Ljumput (selisih waktu 1 jam0. Mana ada pesawat lagi?" Barulah dijawab pihak maskapai, "kalau gitu akan kita tempatkan Bapak bermalam di Kuala Lumpur semalam".
Saya lantas bertanya di hotel manakah saya ditempatkan? Mereka menjawab tidak tahu! Berhubung karena ketidakpastian saya terpaksa menganti jadwal saya ke keesokan harinya dan mereka menjawab, "oke, saya bantu Bapak."
Kesimpulan saya:
1. Bahwa maskapai penerbangan international pun ternyata juga bobrok tentang service dan managemant-nya.
2. Kita sebagai customer yang jelas-jelas dirugikan tetapi maskapai merasa justru telah membantu kami menyelesaikan persoalan.
3. Apabila kita yang batal berangkat maka akan dikenakan denda sekian-sekian. Tetapi, kalau mereka yang batal berangkat segelas teh pun tanpa mereka berikan.
4. Customer telah dirugikan dan kami tidak tahu harus melapor ke mana.
Ke depan saya sangat mengharapkan instansi yang berwenang dapat mengambil solusi untuk mengatasi hal seperti di atas. Agar kita-kita yang sebagai pelanggan tidak disemena-menakan begitu saja. "Waktu kita layaknya sampah sedangkan waktu mereka
seperti intan".
Paolo Setio
Taman Setia Budi Indah Blok YY 96
Medan Sumatera Utara
paolosetio@yahoo.com
0811605802
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































