Keluhan
Sistem komputer retailer Superindo tidak mengenal reverse item? Hal tersebut terus menjadi pertanyaan sejak saya mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat berbelanja di Superindo Bulak Kapal Bekasi Timur pada Selasa malam, 14 Oktober 2008 lalu. Kejadian tersebut bermula saat saya melihat lembar promo yang menyatakan bahwa pada hari itu Superindo mengadakan program diskon; produk daging ayam olahan Belfood Chicken Stick (BCC) dari seharga Rp 33,470 per kemasan 500 gram diturunkan menjadi berharga sekitar Rp 27,000.
Karena tertarik saya bermaksud membeli produk tersebut. Namun, tanpa disadari akibat kemasan yang hampir mirip dan saya yang kurang teliti meneliti kemasan saya salah mengambil kemasan dari seharusnya mengambil BCC menjadi Belfood Chicken Nugget (BCN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat tujuan semula adalah membeli BCC dan saya pun belum meninggalkan area kasir maka saya kemudian mencoba bernegosiasi dengan kasir yang telah menerima pembayaran untuk menukar BCN yang telah saya bayar dengan BCC, dan saya berhak menerima kelebihan pembayaran.
Namun, jawaban yang saya terima sungguh tidak simpatik dan berkesan merendahkan mengingat sang kasir hanya berkata bahwa transaksi sudah tercatat di komputer sehingga kelebihan uang tidak dapat dikembalikan. Bila pembeli tetap akan menukar barang maka kelebihan pembayaran harus dibelanjakan untuk membeli item lain yang berharga setara.
Merasa tidak membutuhkan barang yang lain dan saya juga tidak membiasakan "terpaksa" membeli tentu saja saya menolak usulan sang kasir dan tetap mencoba meminta kelebihan pembayaran dikembalikan dalam bentuk uang. Saya akhirnya minta dipertemukan dengan Manager on duty hari itu.
Namun, sekali lagi saya tidak mendapat solusi mengingat jawaban yang diberikan oleh sang manager kurang lebih sama: sistem komputer Superindo tidak memungkinkan adanya reverse item, kelebihan pembayaran harus digunakan untuk membeli produk lain dengan harga yang setara. Mengingat tidak ada titik temu dengan sedikit sebal saya akhirnya membatalkan keinginan menukar barang.
Saya mungkin awam dengan sistem komputer Superindo. Namun, masak iya sih komputerisasi yang seharusnya dapat membantu pekerjaan manusia justru menjadi halangan. Atau kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi Superindo untuk mempertahankan penjualan?
Bukan masalah sih seberapa nilainya namun menjadikan konsumen dalam posisi terpaksa membeli. Menurut saya adalah sama sekali bukan upaya yang bijak dalam mempertahankan pelanggan. Saya mohon tanggapan dari pihak terkait. Terima kasih.
R Nugroho Setyo W
Komplek AURI Jaladapura Blok E-19 RT 1/13
Margahayu Bekasi
nswidodo@syariahmandiri.co.id
08161616847
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































