Keluhan
Siang hari tanggal 29 September 2008 jam 11 saya mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 'Pasti Pas' yang berdiri di bilangan Pancoran. Saya sudah menjadi pelanggan tetap karena memang hanya di situlah saya percaya takarannya.Pada saat mengisi saya dilayani oleh petugas dengan nama Susanto. Pada saat mengisi bensin seperti biasa petugas tersebut saling sahut menyahut dan mengobrol sembari mengisi bensin.
Tapi, tiba-tiba ada suara seperti air penuh yang berhamburan di aspal. Seperti dugaan nozzle bensin tersebut tidak stop dengan otomatis. Ada 3 hingga 4 detik lebih bensin itu terbuang ke tanah dengan daya sembur kecepatan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, petugas bernama Susanto ini justru bertindak lain. Ketika angka pada jumlah harga menunjukkan Rp 67,000 saya bertanya kepada dia. "Jadi, berapa nih Mas setelah tumpah kaya gini?". "Ya tetap Rp 67,000 Pak," katanya. Saya pun terpancing emosi.
"Lho? masa saya disuruh bayar bensin tumpah itu? Itu kan tidak sengaja. 65 ribu aja deh." cetus si karyawan dengan nada ketus. "Masa cuma dikurangi 2,000? Mana Manager on duty? Biar saya laporkan. Mumpung buktinya masih terlihat di aspal! Anda sebagai petugas di sini harus sigap donk. Masa bensin tumpah saya suruh bayar."
"Saya kan tidak sengaja, 60 ribu deh".
Dengan berat hati dan merasa dirugikan saya menyudahi argumen itu dan membayar Rp 60,000. Padahal bila meningat semburan dengan kecepatan tinggi dalam kurun waktu 4 detik lebih bisa berkuantitas lebih dari 2 liter! Saya mohon kepada pihak management untuk klarifikasinya. Pelanggan kok disuruh bayar bensin tumpah?
Denny
Tebet Timur Jakarta
denny.muchtar@gmail.com
08161163443
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































