Keluhan
Saya adalah salah satu pelanggan dari Supermarket Giant Point Lebak Bulus. Pada tanggal 24 September 2008 pukul 21:00 saya dan teman berbelanja kebutuhan sehari-hari di Giant Point Lebak Bulus.Sekitar pukul 21:25 kami bergegas ke kasir, wanita dengan No: 99908005 untuk melakukan pembayaran, karena sudah ada peringatan bahwa supermarket tersebut akan ditutup. Selama proses penghitungan jumlah biaya, karena barang-barang yang saya beli lumayan banyak dengan total biaya Rp 416,091 saya katakan kepada kasir, "Mbak, tolong didobel ya plastiknya, takut jebol .. "
Teman saya yang mengambilkan plastik tersebut di meja kasir sebelah kanan. Ini pertama kalinya saya minta plastik didobel. Sebelumnya tidak pernah. Setelah transaksi selesai dan saya baru berjalan beberapa langkah, seorang kasir laki-laki (saya tidak tahu namanya) yang di sebelah kasir tempat saya membayar dan seorang laki-laki satu lagi datang menghampiri saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menjawab, "tidak boleh, kalau yang boleh didobel itu yang 5 kg." Mereka langsung pergi tanpa bicara apa-apa dan pura-pura sibuk di tempat kasir tadi. Akhirnya dengan kesal saya pergi dari tempat itu.
Bagaimana ini Management Giant Point Lebak Bulus? Apakah hanya gara-gara minta plastik pelanggannya dapat diperlakukan seperti pencuri. Sedangkan barang-barang yang saya beli berjumlah ratusan ribu. Sudah pasti barangnya banyak dan butuh plastik yang kuat.
Saya sangat menyayangkan kepada Management Giant karena telah mempekerjakan orang-orang yang tidak berpendidikan seperti mereka. Ataukah memang pelayanan Giant sekarang seperti itu. Tidak punya etiket pelayanan yang baik untuk melayani pelanggannya.
Hani
Jl Kebalen VI RT 013/ RW 04 Jakarta Selatan
hani_fc@yahoo.com
081932319733
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































