Tidak Ada Solusi dari Sony Ericsson

Suara Pembaca

Tidak Ada Solusi dari Sony Ericsson

- detikNews
Kamis, 25 Sep 2008 12:13 WIB
Tidak Ada Solusi dari Sony Ericsson
Keluhan
Saya membeli handphone (HP) produk Sony Ericsson K770i di Mall Ambasador tanggal 10 September sore hari. Saya charge untuk pertama kalinya selama 6 jam dalam keadaan mati sesuai dengan petunjuk dari toko dan manual book.

Besoknya HP tersebut saya bawa ke Bandung dan dapat menyala selama 2 jam. Tapi, keadaan baterainya sudah panas dan akhirnya mati total setelah itu dan tidak bisa di-charge sama sekali. Keesokan harinya di Bandung saya bawa HP tersebut ke Sony Ericsson BEC untuk diperiksa.

Sebetulnya dari awal saya sudah menuntut agar HP tersebut diganti baru sampai ke boks dan kartu garansinya. Tetapi, Sony Ericsson BEC mengatakan bahwa jika masalah dari HP tersebut hanya baterainya saja yang sudah terlalu kosong jadi tidak dapat mengisi ketika di-charge.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya beragumen kalau alasan tersebut tidak masuk akal karena apa gunanya changer jika tidak bisa mengisi baterai. Tetapi, akhirnya Customer Service Sony Ericsson men-jumper HP tersebut dan HP tersebut menyala. Saya disarankan untuk mematikan HP tersebut dan langsung mengisi baterai ketika sampai di hotel.

Sayangnya, setiba di hotel saya mengalami masalah yang sama dengan sebelum HP itu di-jumper. Karena urusan saya yang masih banyak di Bandung saya terpaksa menunggu sampai di Jakarta untuk mengurus HP tersebut lebih lanjut. Di Jakarta, saya membawa HP itu ke Ambasador dan di sana saya menuntut untuk diganti unit plus boks yang baru agar tidak terlihat seperti hanya diganti mesinnya.

Sony Ericsson Ambasador hanya menyarankan saya untuk men-service saja HP tersebut karena menurut mereka HP saya sudah masuk ke 'jalur service' bukan lagi 'jalur pembelian'. Jadi tidak mungkin digantikan dengan HP yang baru. Kebijakan mereka hanya memperbolehkan untuk mengganti HP dengan yang baru jika diklaim dalam waktu 1 x 24 jam.

Menurut saya hal ini tidak masuk akal. Merugikan pelanggan dan terkesan mempermainkan 'hak konsumen' yang seharusnya dijunjung oleh para produsen. Kalimat 'pembeli adalah raja' saya rasa seperti tidak bermakna sama sekali di Sony Ericcson, salah satu produsen mobile phone terbesar di dunia yang ternyata tidak menanamkan etika penjualan yang bertaraf 'international' sama sekali.

Lebih parah lagi daripada kerugian saya tidak digantikan HP yang baru. Sementara saya tidak salah apa-apa dan HP tesebut masih 'sangat baru' dan 'belum sempat saya gunakan'. Adalah ketika selesai di-service oleh Sony Ericsson Ambasador HP tersebut masih saja tidak dapat di charge ketika saya bawa pulang. Tidak ada penjelasan apa-apa dari Sony Ericsson Ambasador.

Akhirnya saya bawa HP bermasalah tersebut ke Sony Ericsson SCBD. Di sana saya menuntut untuk dipertemukan dengan manajernya. Tetapi ternyata di toko tersebut 'tidak terdapat manager in charge' yang menurut saya aneh dan dibuat-buat.

Sony Ericsson SCBD mempertemukan saya dengan kepala teknisi toko tersebut yang menjanjikan saya untuk membawa HP tersebut ke Kantor Service Pusat Sony Ericsson. jika memang masih tidak dapat dibetulkan saya dijanjikan unit HP baru mengganti HP saya.

Menurut saya omongan tersebut sama saja mempermainkan pembeli karena unit baru berarti mesin baru. Mesin baru yang nomor mesinnya sama sekali berbeda dengan nomor mesin yang ada di boks atau pun di kartu garansi.

Jika keadaannya seperti ini maka tentu saja HP ini akan ketahuan bahwa pernah di-service dan jika anda menjualnya (biar pun masih dengan garansi) HP tersebut akan dihargai dibawah harga pasar. Saya menjelaskan hal ini kepada Sony Ericsson SCBD pun mereka tetap tidak setuju dan mengatakan bahwa saya tidak dirugikan apa-apa.

Saat ini ternyata HP tersebut tidak dapat dibetulkan di Kantor Service Pusat dan Sony Ericsson SCBD menjanjikan 'unit baru' (tanpa boks ataupun kartu garansi baru) yang prosesnya memakan waktu dua bulan. Saya merasa sangat dibohongi dengan kecurangan-kecurangan prosedur dan kebijakan dari Sony Ericsson ini.

Saya sudah dari pertama menuntut penggantian HP sebelum HP ini menjadi terlalu lama, dan ditolak mentah-mentah oleh Sony Ericsson. Setelah saya ikuti kebijakan mereka dua kali berturut-turut pun tetap saja tidak ada 'solusi' dari mereka untuk memuaskan pembelinya. Saya mengharapkan komplain saya ini ditindaklanjuti secepatnya oleh pihak Sony Ericsson.

Rizka Anandita
Jl Bangka XII No 5 Jakarta
rizka_andit@yahoo.com
081585688011/ 08159398977



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads