Mandala Bukan Pilihan

Suara Pembaca

Mandala Bukan Pilihan

- detikNews
Senin, 15 Sep 2008 17:57 WIB
Mandala Bukan Pilihan
Keluhan
Pada 24 Juli 2008 saya membeli tiket Mandala untuk flight Medan - Jakarta  Yogya (23 Agustus 2008) dengan flight nomor RI 089 dan RI 342 dengan status Connecting Flight di Mandala Sub Sales II Medan di Jl Letjen Suprapto. Rencananya penerbangan RI 089 MDN - JKT via Padang (pukul 15:15). Jadi, katanya bakal ke Padang dulu dan dari Padang akan langsung berangkat ke Jakarta tanpa ganti pesawat. Penerbangan RI 342 JKT - JOG (pukul 19:15).

Tanggal 19 Agustus saya menelepon Call Center Mandala buat memastikan jadwal keberangkatan, dan ternyata kata operatornya tidak ada perubahan jadwal. Tapi, besoknya (20 Agustus 2008) saya dapat SMS dari +628119696640 yang isinya menyatakan kalau Mandala RI 089 PDG - JKT diubah menjadi pukul 17:45.

Nah, buat memastikan lagi saya menelepon operator Mandala (21 Agustus). Katanya benar ada perubahan jadwal PDG - JKT, tapi untuk MDN - PDG dan JKT - JOG tidak ada perubahan. Berarti tidak ada masalah dunk. Paling cuma nunggu
bentar di Padang. Sampai di sini belum ada masalah.

Kali ini untuk pertama kalinya saya naik Mandala. Kesan pertama koq sudah tidak menyenangkan. Waktu check in di Polonia saya tidak begitu memperhatikan dan petugasnya juga tidak memberitahukan apa-apa. Nah, waktu di Waiting Room koq saya merasa ada yang aneh. Tujuan akhir saya kan ke Yogya, koq label bagasinya CGK seharusnya kan JOG?

Terus saya langsung nanya lagi ke petugas check in, you know what? Dengan entengnya dia bilang, "penerbangannya gak connect". Saya mengatakan, "Lho, waktu saya beli kan tiketnya connect".

Petugas: "Tadinya emang connect, kami sudah mencoba menghubungi anda tapi tidak bisa". Saya: "Gak bisa? Gak bisa gimana? Trus kenapa informasi soal perubahan jadwal PDG - JKT bisa sampe ke HP saya?" Langsung saya tunjukin SMS-nya (sampai sekarang masih ada di HP saya).

Petugasnya terus nyolot. Katanya sudah beberapa kali dihubungi tapi tidak bisa. Terus saya tidak mau mengalah begitus saja karena saya benar."Buktinya apa?" Lagi pula pas saya konfirmasi ke Call Center tanggal 21 Agustus, katanya untuk JKT - JOG tidak ada perubahan.

Namun, petugas tetap saja berkilah tanpa pernah bilang 'maaf' (saya heran dengan Manajemen Mandala orang seperti ini koq ditaruh di front office?). Sumpah. Ini buat saya tambah kesel.

Dia menawarkan solusi. Keberangkatan saya diubah menjadi besoknya. Dia pergi ke ticketing buat confirm tiket. Dan ternyata, keberangkatan buat besok sudah full dan dia menawarkan untuk hari Senin. saya menolak karena Senin saya sudah masuk kuliah.

Saya meminta dialihkan ke maskapai lain dan katanya tidak bisa. Saya meminta di-refund, katanya juga tidak busa. Akhirnya dia menawarkan solusi terakhir. Saya tetap naik RI 089, dan flight JKT - JOG akan ditelepon untuk di-delay 15 menit. Katanya masih bisa dikejar.

Tapi, bagasi saya baru akan sampai Yogya besoknya. Soalnya katanya kalau menunggu mengambil bagasi takutnya tidak bisa mengejar pesawat yang mau ke Yogya. Tapi, kalau tidak terkejar juga terpaksa harus naik flight besok paginya. Ya sudah. Saya terima saja. Mau bagaimana lagi. I had no choice. Mana tidak bisa di-refund.

Ternyata yang menjadi 'korban' Mandala bukan saya saja. Ada 2 orang lagi, perempuan. Mereka juga tidak diberitahu sebelumnya.

Dari Padang naik pesawat pukul 17:45. Saat pesawat mulai jalan dan pramugari sudah mulai 'beraksi' menunjukkan cara pake living vest tiba-tiba penumpang disuruh turun lagi karena ada masalah dengan AC. Finally, etelah delay 1 jam lebih, berangkat juga ke Jakarta dan pastinya pesawat JKT - JOG sudah berangkat karena baru sampai Jakarta pukul 20:30.

Waktu lapor ke bagian transit di Bandara Soekarno Hatta, seperti biasa, di ping-pong lagi, disuruh ke ticketing. Akhirnya pake alternatif terakhir. Naik pesawat besok paginya pukul 06:15 (RI 344). Pas saya tanyakan soal penginapan ternyata mereka tidak menyediakan penginapan.

Penginapan bukan urusan Mandala. Katanya mereka tidak salah (terus salah siapa? Salah saya? Salah teman-teman saya?). Dan seperti sebelumnya, tanpa  mengucapkan 'maaf', petugas yang di Soekarno-Hatta malah melemparkan tanggung jawab ke petugas yang di Polonia. Demikian sebaliknya. Petugasnya mau membantu mencari penginapan tapi bayar sendiri (hello, ini kan salah Mandala bukan salah saya).

Teman saya pernah menglami hal yang sama waktu naik maskapai lain dan maskapai tersebut menanggung biaya penginapan. Bersama 2 orang "korban" lain, kami menunggu di luar sampai besok paginya.

Pukul 04:15 kami check in. Ternyata kata petugas check in pesawat di-delay lagi jadi pukul 10:00. Karena para penumpangnya pada protes akhirnya penerbangan jadi pukul 09:00 (kayaknya sih ini cuma akal-akalan mereka saja untuk menghindar dari omelan-omelan penumpang).

Petugas check in (perempuan) sempat mengomel saat mendengar keluhan penumpang, "saya juga gak tahu kenapa di-delay, saya cuma disuruh ngasih tahu anda, kalau anda gak mau, ya gak usah." Apakah Mandala mengajarkan pegawainya untuk ngomong seperti itu kepada customer?

Kira-kira pukul 8, penumpang pada ribut lagi karena dapat pemberitahuan melalui SMS kalau pesawat di-delay jadi pukul 10:00. Sebagai ungkapan rasa bersalah mereka menyediakan sarapan Hoka Hoka Bento.

Mungkin karena yang menjadi 'korban' cuma 3 orang yang kebetulan juga masih berstatus mahasiswa (halah masih anak-anak, tidak penting), jadinya kami tidak dianggap. Yang membuat saya tambah jengkel sejak kemarin keluhan ini sudah saya coba kirim melalui web Mandala tapi selalu gagal.

Khairul Syawal
Condong Catur Yogyakarta
iloel.daulay@gmail.com
085216188468



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait