Keluhan
Perhitungan harga bensin non subsidi dihitung oleh Pertamina berdasarkan harga pasar Singapura yang ternyata sama dengan patokan harga pokok bensin ULP (Un-Leaded Petrol Ron 92 sekelas Pertamax). Australia juga berpatokan pada harga pasar Singapura.Dari awal September sampai dengan hari ini harga pasar Singapura berkisar di AUD$ 0,84/liter = Rp 6,300/ liter (data dikutip dari http://www.fuelwatch.com.au/news/dsp_fuelfacts.cfm ). Tetapi, mengapa Pertamina masih menjual bensin Pertamax 92 diharga Rp 8,450/liter? 35% lebih mahal dari patokan harga pasar Singapura.
Apakah harga bensin Pertamax memang sengaja di-mark up tinggi-tinggi oleh Pertamina agar tidak "over-lapped" dengan harga bensin subsidi/ premium @ Rp 6000/liter?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rawamangun Jakarta
merty2772@yahoo.com
4891054
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































