Keluhan
Sewaktu ditugaskan oleh kantor saya ke Amerika saya membeli 1 barang seharga US$ 2166. Karena tidak memegang dana tunai saya memakai kartu kredit HSBC untuk pembayaran. Di sinilah pemerasan dengan kemasan mewah dimulai.Pada saat itu kartu kredit HSBC saya tidak dapat digunakan. Baiklah. Saya rasa mungkin karena:
- nilai pembelian terlalu besar, atau
- HSBC tidak bisa melakukan konfirmasi pemakaian kartu lewat telepon karena saya berada di luar negeri, atau
- kartu kredit dari Indonesia masuk daftar hitam karena sering terjadi carding.
Setelah menunggu sekitar 1 minggu kartu kredit HSBC itu tetap gagal dipakai. Akhirnya saya membayar ke merchant itu dengan transfer tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih hebatnya lagi nilai yang ditagih adalah Rp 20,580,136. Artinya kurs yang dikenakan oleh HSBC adalah Rp 9,500. Jauh lebih tinggi daripada kurs wajar pada saat itu!
Sebelum saya komplain ke HSBC untuk tagihan ini saya mempunyai firasat bahwa HSBC akan menyalahkan merchant. Dan, 'ya benar' HSBC menyalahkan merchant. Akhirnya saya menghubungi merchant untuk mengeluarkan 'void' (pembatalan).
Sejak merchant mengeluarkan 'void' itu sepantasnya HSBC membatalkan tagihan sebesar US$ 2166 itu. Memang benar HSBC membatalkan tagihan US$ 2166. Tetapi, liciknya HSBC membatalkan senilai Rp 18,789,171. Mereka mengatakan itu karena ada perbedaan kurs. Lhaaa apa-apaan ini? Saya tidak membeli barang dengan kartu HSBC! Buat apa ada perbedaan kurs?
Intinya, HSBC menagih dengan kurs Rp 9,501 dan membatalkan dengan kurs Rp 8,674. Dan semua kurs itu adalah kurs suka-suka versi HSBC itu jauh di atas atau jauh di bawah kurs sewajarnya. HSBC akan mengambil untung di dua sisi. Terlihat sekali bahwa ini adalah cara mencari uang dengan akal bulus.
Plot lain yang dilakukan HSBC untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dari pemegang kartu kredit (atau mungkin juga nasabahnya) adalah dengan mengulur-ngulur penyelesaian masalah. Semakin masalah tidak kunjung selesai HSBC akan semakin untung karena HSBC akan mengenakan bunga yang nilainya juga membuat orang darah tinggi.
Saya telah 4 kali menelepon HSBC. Setiap kali saya menelepon saya harus menunggu. Bukan 1 menit, bukan 2 menit, tetapi minimal 10 menit! Artinya HSBC sengaja membuat penelepon tidak sabar sehingga telepon terputus. Hebatnya, setiap kali saya telepon saya harus mengulang kronologis dari awal.
Saya tahu HSBC mempunyai CRM dan mencatat setiap pengaduan yang masuk. Seluruh Customer Service HSBC akan dapat melihat catatan pengaduan tersebut. Tetapi, Customer Service HSBC selalu pura-pura tidak tahu kronologis agar pemilik kartu kredit atau nasabah yang komplain akan menyerah.
Formulir 'dispute' juga telah saya kirim 3 kali. Tetapi, mungkin semuanya langsung masuk ke mesin giling kertas.
Tujuan strategi pengulur-uluran waktu penyelesaian masalah akhirnya berhasil dicapai oleh HSBC. Awal bulan September ini saya mendapat tagihan Rp 548,234 yang dinamakan 'finance charge'. Dari mana asalnya 'finance charge'. Apa itu bunga dari 'selisih' kurs? Kalau iya, artinya besar bunga itu 30% per bulan dari Rp 1,790,965. Wow!
Tentu saja dalam kasus ini saya tidak mau membayar apa pun yang ditagih oleh HSBC. Silahkan HSBC mengeluarkan tagihan suka-suka yang lain.
Saya berjanji akan memasukkan fakta ini di setiap situs berita online, mailing list, blog, forum, surat pembaca di koran nasional, dan sebagainya jika HSBC tidak menanggapi masalah ini secara comprehensive. Juga agar setiap pemegang kartu kredit HSBC yang lain mengetahui hal ini.
Hubungi saya lewat email karena saya yakin keterangan lisan yang diucapkan Customer Service HSBC tidak pernah konsisten. Dan jangan katakan kalimat klise 'Kepuasan nasabah
merupakan tujuan utama kami' sebab pada prakteknya ternyata 'Kelemahan nasabah merupakan fokus dari seluruh upaya untuk terus meningkatkan kekayaan kami'.
David
dowinata@hotmail.com
0816-1851156
Kebon Jeruk
Jakarta Β
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































