Lakukan Sosialisasi Semasif Mungkin!

Lakukan Sosialisasi Semasif Mungkin!

- detikNews
Kamis, 02 Apr 2009 11:40 WIB
Lakukan Sosialisasi Semasif Mungkin!
Jakarta - Sepekan menjelang pemungutan suara, Rabu (1/4/2009) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap menggelar pemilu. ”Tidak ada alasan apapun untuk menunda pemilu, termasuk persoalan kesimpansiuran DPT maupun ketersediaan logistik,” tegas Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Pernyataan itu penting untuk menepis keraguan banyak kalangan, bahwa pemilu belum siap digelar 9 April nanti, sehingga perlu ditunda. Jika penyelenggara siap menggelar pemilu, partai politik dan calon DPD juga siap berkompetisi, apakah pemilih yang berjumlah 170 juta juga siap berpemilu?

Pernyataan Ketua KPU itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Bersama Pemilu 2009 antara KPU, Bawaslu dan Depkominfo. Digelarnya acara ini seakan menunjukkan bahwa pemilih belum siap mengikuti pemilu yang menggunakan metode baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, sulit dimengerti. Waktu hanya tinggal sepekan, tapi sosialisasi bersama baru dicanangkan. Tetapi, ini masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Sesempit waktu yang tersisa, sosialisasi pemilu harus dilaksanakan, lebih intensif, lebih masif.

Perhatikan hasil survei terakhir yang dilakukan oleh IFES (the International Foundation for Electoral System): 84% responden butuh informasi calon, 83% butuh informasi cara memilih, 80% perlu tahu kapan dan di mana pemungutan suara, dan 74% ingin tahu lebih banyak tentang daftar pemilih.

Survei yang melibatkan 1.200 responden di 19 provinsi tersebut menunjukkan sebagian besar pemilih belum tahu tentang bagaimana pemungutan suara. Survei ini memastikan, bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu maupun oleh peserta pemilu, belum menunjukkan hasil maksimal.

Oleh karena itu, waktu yang tinggal 7 hari ini menjadi kesempatan terakhir membantu pemilih untuk dapat memilih dengan baik. Sosialisasi bersama yang akan dijanjikan KPU Bawaslu dan Depkominfo, mestinya tidak sebatas upacara agar diliput media. Sekali lagi sosialisasi bersama ini harus menggunakan segala macam cara yang efektif agar pemilih tahu betul apa yang hendak dilakukan saat hari H pemilu nanti.

Survei itu juga menunjukkan, hanya 13% responden yang memastikan akan datang ke pemungutan suara, sedang 84% lain masih belum bisa memastikan. Saya menduga besarnya mereka yang masih ragu-ragu datang ke TPS lebih karena ketidaktahuan tentang apa yang harus dilakukan di TPS nanti. Bukan karena kesadaran untuk golput.

Oleh karena itu, KPU Bawaslu dan Depkominfo, harus sungguh-sungguh menyadari, tingkat kehadiran pemilih di TPS nanti sangat tergantung oleh keberhasilan sosialisasi yang tinggal 7 hari ini. Jika mereka ’tidak melakukan apa-apa’ setelah upacara sosialisasi bersama ini, mereka harus ikut bertanggung jawab bila angka ketidakhadiran pemilih nanti tetap tinggi.

* Didik Supriyanto adalah Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

(diks/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads