Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut dua rumah sakit untuk merawat pasien virus Corona (COVID-19) akan dibangun di Istanbul -- pusat penyebaran virus Corona di Turki. Masing-masing rumah sakit nantinya akan memiliki kapasitas 1.000 kasur.
Seperti dilansir AFP, Senin (7/4/2020), sejauh ini total 30.217 kasus virus Corona terkonfirmasi di wilayah Turki, dengan 649 orang meninggal dunia. Sedikitnya 1.326 pasien virus Corona dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.
Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, menyebut bahwa lebih dari separuh total kasus virus Corona ada di wilayah Istanbul, yang merupakan pusat perekonomian dan kota terbesar di Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Erdogan dalam pidato terbaru yang disiarkan televisi setempat, Turki telah mengerahkan seluruh upaya untuk memerangi ancaman virus Corona. Dia memastikan bahwa rumah-rumah sakit di Turki tidak memiliki masalah dalam mendiagnosis dan merawat para pasien.
"Kita akan menyelesaikannya (dua rumah sakit-red) dalam 45 hari dan akan membukanya untuk layanan publik," ucap Erdogan.
Salah satu rumah sakit akan dibangun di area bekas bandara internasional yang terletak di sisi Eropa kota Istanbul. Satu rumah sakit lainnya, yang hanya memiliki satu lantai, akan dibangun di Sancaktepe, sisi Asia kota Istanbul.
Sebagai bagian dari upaya tegas menangkal penyebaran virus Corona, otoritas Turki telah menghentikan sementara seluruh penerbangan internasional, melarang acara keagamaan massal dan perkumpulan yang dihadiri banyak orang, serta menutup sekolah-sekolah.
"Dengan langkah-langkah yang telah kita ambil, dan langkah-langkah tambahan, kita akan bisa mengatasi pandemi ini bersama dengan Eropa dan dunia," tandas Erdogan dalam pidatonya.
(nvc/ita)