Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang saat itu berkesempatan membuka acara menngatakan jika seluruh kegiatan di Kota Semarang harus bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas.
"Apalagi ini konteksnya adalah Gebyar Pajak, dimana pajak sebagai salah satu sumber pembangunan di Kota Semarang dari masyarakat," tutur Wali Kota Semarang juga akrab disapa Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dengan besarnya antusiasme masyarakat yang hadir, saya pikir menjadi sebuah peningkatan penyelenggaraan kegiatan yang positif. Sehingga lebih terbangun ikatan emosional antara Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat," lanjutnya.
Di sisi lain, Hendi juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat untuk bersama dengan pemerintah membangun Kota Semarang beberapa tahun terakhir. Salah satunya terlihat dalam penerimaan pajak yang meningkat dari tahun ke tahun. Disebutkan Hendi, pada tahun 2018, penerimanan PBB di Kota Semarang mencapai angka 410 milyar Rupiah, melampaui angka yang diharapkannya pada angka 380 Milyar Rupiah.
Bahkan pada tahun 2019 penerimaan PBB meskipun baru sampai bulan Oktober 2019 namun telah mampu mencapai Rp 466 miliar, melebihi target satu tahun sebesar Rp 425 miliar. Melihat tren positif tersebut, Hendi pun meyakini jika pada tahun 2020 penerimaan PBB bisa menembus Rp 500 miliar.
Dalam kegiatan tersebut, Hendi juga melakukan pengundian sejumlah hadiah untuk para wajib pajak di Kota Semarang yang melaksanakan kewajiban pembayarannya sebelum 31 Agustus 2019. Adapun hadiah yang telah disiapkan oleh Badan Pendapatan Kota Semarang pada malah hari itu diantaranya rumah, mobil, sepeda motor, kulkas, TV LED.
Keluar sebagai pemenang hadiah rumah yaitu Sartiah yang merupakan warga Patemon, sedangkan yang beruntung mendapatkan satu unit mobil adalah Gresa Sekardatun, warga Tamansari Majapahit. Untuk daftar pemenang undian PBB sendiri, Pemerintah Kota Semarang telah mencamtumkannya di website bapenda.semarangkota.go.id.
Simak juga video "Pameran Lembar Kertas Kuno, Semarang" :
(ujm/ega)











































