Kinaran (12), warga Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul mengaku sempat merasakan getaran saat berada di dalam rumah. Getaran tersebut ia rasakan sekitar jam setengah 7 malam.
"Grek, gitu tadi, cuma sebentar terus saya langsung keluar dari dalam rumah," katanya kepada detikcom, Senin (14/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Stasiun BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto menjelaskan bahwa gempa tersebut adalah gempa tektonik yang terjadi pukul 18.34 WIB di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Episenter gempa bumi sendiri terletak pada koordinat 8.38 LS dan 109.30 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 79 km arah Tenggara Kota Cilacap, Jawa Tengah pada kedalaman 75 km.
Baca juga: Warga di Cilacap Kaget Getaran Gempa M 5 |
Menurutnya, hasil analisis BMKG, menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal M=5,0, kemudian dimutakhirkan menjadi M=4,8.
"Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bantul, Kulonprogo, Kota Yogyakarta, Purworejo, Cilacap dan Kebumen II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10/2019).
Selain itu, gasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Karena itu, ia menyebut gempa bumi yang terjadi tidak memicu tsunami dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Agus.
Simak juga video " Vlog Lucu Bocah SMP 'Gempa Berpotensi Libur' " :
(bgk/bgk)











































