"Mulailah minggu pertama, bulan-bulan pertama, dengan banyak baca, jangan banyak omong. Baca konstitusi amendemen sampai empat kali, baca MD3 secara detail dan tatib, yang lama," kata Fahri kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).
Fahri juga bercerita tentang anggota DPR 2019-2024 terpilih. Dia mengatakan 60 persen anggota DPR periode 2019-2024 merupakan orang baru.
"Sekitar 60 persen anggota DPR baru, orang baru, belum pernah jadi anggota DPR. Saya ketemu dengan dua anak muda, lawyer muda, baru lulus dan sarjana teknik. Betul-betul muda, persis saya jadi anggota pertama tahun 1998. Tapi, karena (saya) aktivis, sudah sering baca buku. Akan banyak anak muda, jangan terlalu cepat patah arang," papar Fahri.
Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu juga punya pesan untuk para pimpinan DPR 2019-2024. Dia berpesan agar tidak tertutup dari media.
"Yang akan jadi pimpinan DPR baru harus di-challenge secara khusus mereka supaya jangan jaga jarak dengan media. Jangan anggap jadi pimpinan DPR terlalu banyak ruang tertutupnya, tak baik. Dia (pimpinan DPR) harus terbuka, apa adanya," sebut Fahri.
Sekadar informasi, DPR periode 2014-2019 akan menggelar rapat paripurna terakhir pada 30 September besok. Salah satu agenda paripurna tersebut adalah perpisahan anggota DPR 2014-2019.
Pada 1 Oktober, pelantikan anggota DPR periode 2019-2024 akan digelar di kompleks parlemen. Dalam beberapa hari ke depannya akan ada pemilihan alat kelengkapan Dewan (AKD).
Halaman 2 dari 2