Polisi Tetapkan 27 Tersangka Pembakar Lahan di Sumsel

Polisi Tetapkan 27 Tersangka Pembakar Lahan di Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 18:37 WIB
Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan menunjukkan barang bukti dan tersangka saat rilis kasus di Mapolda. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Polisi menetapkan 27 orang tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Mereka jadi tersangka karena membuka lahan dengan cara membakar.

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan mengatakan, dari 27 orang itu, satu berasal dari korporasi. Dia adalah Direktur Operasional PT Hutan Bumi Lestari (HBL), Alfaro Khadafi (37).

"Sampai saat ini ada 20 kasus yang kami tangani, total jumlah tersangka 27. Untuk kasus perorangan ada 27 orang dan satu korporasi," kata Rudi saat rilis kasus karhutla di Mapolda Sumsel, Senin (23/9/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikatakan Rudi, dengan jumlah tersangka tersebut, tercatat ada 1.784 hektare lahan terbakar. Dari jumlah itu, 1.745 hektare di kawasan konsesi perusahaan PT HBL di Muara Medak, Bayung Lincir.

"Untuk lahan terbakar PT HBL ini seluas 1.745 hektare. Kalau penanggung jawab dari korporasi itu sudah diamankan, dia menjabat direktur operasional," kata mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

Polisi Tetapkan 27 Tersangka Pembakar Lahan di SumselWakapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan menunjukkan barang bukti dan tersangka saat rilis kasus di Mapolda. (Raja Adil Siregar/detikcom)

Rudi mengatakan kasus ini ditangani Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel. Dalam waktu dekat, berkas 26 tersangka akan dilimpahkan ke kejaksaan, kecuali untuk yang korporasi.

Khusus untuk PT HBL, Alfaro ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai. Akibatnya, ribuan hektare lahan di sekitar dan area konsesi perusahaan terbakar.

"Kita tetapkan tersangka dan kasusnya diselidiki karena dianggap lalai sesuai dari keterangan ahli. Mereka sangat kurang memperhatikan upaya pencegahan dan hanya ada enam orang pekerja menjaga 2.800 hektare lahan milik PT HBL," kata Rudi.

Korporasi tersebut dinilai lalai karena tak menjaga lahan konsesinya. Apalagi luas lahan terbakar itu adalah kawasan, tetapi saat dicek sudah beralih menjadi kebun kelapa sawit.

"Izinnya itu juga tidak sesuai, seharusnya lahan ditanami tanaman keras, tapi jadi tanam sawit. Ini juga sedang kami dalami lagi," katanya.


Sebelumnya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex juga telah merekomendasikan pencabutan izin PT HBL. Sebab, dari total lahan yang terbakar di wilayahnya, mayoritas berasal dari PT HBL.

"Terkait perusahaan yang jadi tersangka itu, izinnya bisa dicabut. Tetapi memang izin perusahaan itu dari pusat, kita udah rekomendasikan dicabut," terang Dodi Reza Alex.
Halaman 2 dari 2
(ras/idh)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads